Saat ini UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sudah semakin banyak bermunculan di Indonesia. Adapun produk yang dihasilkan tidak hanya berupa pakaian, kerajinan namun juga sudah merambah pada bidang kuliner. Tidak sedikit makanan yang diproduksi tersebut belum mencantumkan tanda keamanan pangan. Padahal tanda kemanan pangan ini sangat penting dicantumkan dalam kemasan guna menunjukkan bahwa makanan yang diproduksi tersebut tidak berbahaya dan layak untuk dikonsumsi.

Sertifikat PP-IRT (Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) merupakan surat ijin yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang berfungsi agar produsen lebih memahami tentang cara mengolah makanan dengan baik dan mengetahui tentang peraturan yang ada di bidang keamanan pangan. Selain itu juga untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Tidak semua pangan bisa memperoleh sertifikat P-IRT, hanya produk-produk tertentu yang memenuhi kriterialah yang nantinya akan lolos.

Produsen yang ingin mengurus P-IRT ini tidak dipungut biaya. Hal ini seharusnya menjadikan para produsen makanan lebih termotivasi dalam mengurus perijinan ini. Sebab nantinya bila seluruh produk kuliner yang dihasilkan oleh masing-masing produsen sudah memiliki sertifikat P-IRT, maka konsumen tidak akan ragu lagi dalam membeli produk tersebut karena sudah terjamin keamanannya.