Kementerian Koperasi & UKM RI gelar Sosialisasi Pelayanan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) melalui Online Single Submission (OSS) di Neo Awana Hotel Yogyakarta (4/6/2019).

Ir. Srie Nurkyatsiwi, MMA selaku Kepala Dinas UKM DIY dalam sambutannya menyampaikan peranan UKM sangat besar dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia, lebih-lebih di Yogyakarta. Salah satu permasalahan UKM adalah soal legalitas.

Di DIY jumlah pelaku UMKM yang memiliki IUMK sebanyak 26 ribu. Ini berarti 10% dari total jumlah UMKM DIY. Maka keberadaan OSS menjadi harapan karena pasti bisa lebih cepat. Untuk mendukung percepatan maka infrastruktur juga harus ada.

Peran pendamping UKM juga menjadi penting, menggingat masih banyak pelaku UKM yang belum melek teknologi. Untuk mendorong kesadaran perlu juga ada reward dan punishment dan tentu harus ada perbedaan antara yang memiliki degan tidak memiliki IUMK.

Asdep Perlindungan Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Sutarmo, SE, MM menyampaikan ada 3 agenda dalam kegiatan ini, pertama kebijakan IUMK melalui OSS, pendampingan IUMK melalui OSS, serta akses bantuan pementihan terkait target penerbitan 25rb lembar IUMK.

Mayoritas pelaku usaha mikro kecil belum menyadari pentingnya memiliki izin usaha. Padahal izin usaha itu kebutuhan dasar, karena dengan ada izin berarti usahanya menjadi formal dan tentunya legal.

Ir. Srie Nurkyatsiwi, MMA memberikan sambutan

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan 30 orang peserta yang terdiri dari unsur Pejabat Dinas Koperasi & UMKM Provinsi/Kabupaten/Kota, Pendamping IUMK, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan pelaku UKM.

Kebijakan baru pengurusan IUMK melalui OSS ini di satu sisi membawa angin segar kemudahan dan kecepatan pengurusan periizinan usaha. Namun sebagian pemerintah daerah memandang IUMK berbasis OSS minim data padahal data ini sangat diperlukan oleh Pemda terkait.

Pihak Kemenkop & UKM RI sangat berharap kemudahan pengurusan perizinan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku UMKM yang saat ini belum memiliki IUMK.

Menurut Alhamadi, bagi para pelaku UMKM yang merasa kesulitan dalam membuat IUMK berbasis OSS ini pihaknya akan menfasilitasi pendamping yang akan memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM. “Salah satunya bisa datang ke kantor PLUT, nanti pihak PLUT yang akan membantu” imbuhnya lagi.

Pada tahun 2019 ini untuk Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan terbit 3000 lembar IUMK berbasis OSS yang difasilitasi Kemenkop & UMKM RI.