Yogyakarta, PLUT KUMKM DI Yogyakarta bekerjasama dengan Asosiasi BDS Indonesia (ABDSI), STIE BANK Yogyakarta, beserta Asosiasi Manejemen Indonesia menyelenggarakan Planning Session Project Management untuk aplikasi Business Development di Pesona Pingka Resto Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan Project Management yang awalnya akan diselenggarakan di gedung PLUT KUMKM DIY ini di hadiri lebih dari 40 orang peseta.

“Target kami memang maksimal 40 orang peserta yang mengikuti kegiatan ini, namun berdasarkan konfirmasi pendaftaran hampir 50 orang peserta yang akan mengikuti. Sampai pada pelaksanaan, peserta yang hadir hanya 40 an orang.” Tutur ketua pelaksana kegiatan, Yuli Afriyandi. Ke-40 peserta terdiri dari berbagai lembaga, ada yang dari kalangan akademisi seperti dari UPN, UTY, STIE Bank Yogyakarta serta dari pelaku BDS yang ada di area DIY.

Planning session project management diselengarakan dengan tujuan membekali para pelaku business development services (BDS) agar mampu menciptakan program planning yang matang untuk menjawab tantangan pekerjaan. “Setiap pelaku BDS baiknya memang memahami bagaimana perencanaan manejemen proyek yang baik. Hal ini berguna bagi mereka untuk meningkatkan nilai tawar dari sebuah proyek yang ditawarkan ke pihak lain. Harapannya, setiap proyek yang rekan-rekan BDS ajukan dapat disetujui oleh pemangku kepentingan tersebut.” Papar Nugget F. Gunawi, pembicara utama pada kegiatan planning session project management.

Salah satu peserta, Najmi, mengungkapakan kegembiraannya bisa mengikuti planning session ini. “Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi kami yang menang konsen di bidang pengerjaan proyek. Kalau bisa acara semacam ini dilakukan secara berkala, semisal satu bulan sekali, biar penguasaan kami terhadap project management semakin matang.” Papar Najmi.

“Kegiatan planning session project management ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan sebuah proyek atau kegiatan dengan sangat matang. Dalam kegiatan ini kami diajarkan bagaimana cara merencanakan sebuah proyek sampai ke tataran pelaksanaan. Tidak hanya disitu, kita juga diajarkan bagaimana mengelola resiko (mejemen resiko) agar menjadi kecil atau menjadi peluang baru dalam melaksanakan proyek.” Ungkap salah satu peserta dari Induk Koperasi Tani dan Nelayan, Anis Nugrahanto.

Sebagai bentuk rencana tindak lanjut dari kegiatan ini, peserta dapat mengaplikasikan project management dalam merencanakan proyek atau mengembangkan sebuah usaha.