Semalam di salah satu grup Whataps pendamping KUMKM sedang asik mendiskusikan mengenai sulitnya akses permodalan. Ada banyak cerita yang mengatakan bahwa pelaku UMKM saat ini banyak yang terklendala modal. Banyak dari binaan rekan-rekan di group yang kesulitan mengakses perbankan (katanya). Mau mengembangkan usaha ujung-ujungnya mentok terkendala pada modal.

Ada beberapa pernyataan rekan-rekan di grup yang unik. Seberapa penting sih akses permodalan mampu mempengaruhi aktifitas bagi usaha? Apakah permasalahan permodalan menjadi inti dari permasalahan usaha? Jawabannya tentu akan beragam, mungkin ada yang mengatakan bahwa faktor permodalan sangat penting sekali, ada yang mengatakan permasalah modal itu nomer sekian. Dan saya cenderung ke opsi yang ke dua, dimana permodalan bukan merupakan permasalahan terbesar bagi pelaku usaha.

“Waaaaahhh mas, modal itu penting. Kalau tidak ada modal bagaimana usaha ini bisa jalan?” mungkin ada beberapa yang berpendapat seperti itu. Yuk kita intip sedikit.

Jika benar permasalahannya di permodalan, ya sudah pergi ke bank ajukan kredit, kan selesai to? “Waaaaaahhh mas, ke bank kan pakai agunan? Sedangkan saya tidak punya agunan.” Padahal dia sedang tinggal di rumah yang lebih dari layak. “waaaahhh ma situ bukan rumah saya, rumah ibu saya/masih ngontrak”. Ya sudah kalau seperti itu kondisinya, masih punya BPKB Motor kan? “Waaahh mas ini motornya om saya.” Okelah kalau memang seperti itu, ada kok produk perbankan yang tanpa agunan, ada kartu kredit atau KTA. Keduanya tanpa agunan dan bisa di akses oleh pelaku UMKM.

Masih mengelak lagi, “waaaahhh mas saya takut pinjem ke bank.” Kalau memang takut ke bank, masih ada saudaraya atau kerabatnya kan? “waaaaah saudara saya pada pelit, susah dihutangi.”

Katanya butuhnya permodalan, segala cara kok ditolak, terus maunya apa? Butuh modal kok tidak mau usaha, atau jangan-jangan yang diiinginkan itu bukan itu bukan akses permodalan tetapi yang lainnya.

Bisa jadi yang diinginkan adalah dana hibah dari pemerintah, dapetnya geratisan , dikasih lagi. 😀 siapa yang tidak mau coba?

Jika pelaku UMKM seperti itu, artinya bukan permasalahan permodalan yang menjadi pokok permasalah, bisa jadi permasalahan itu ada di mental pelaku usahanya sendiri. Mentalnya yang harus diperbaiki, mentalnya yang harus di perbaiki, bukan diakses permodalan. kalau kendalanya memang diakses di akses permodalan. Maka saya pastikan gampang solusinya, tinggal datang ke bank.namun jika pelaku UMKMnya seperti apa yang saya utarakan di atas, maka saya pastikan permasalahnnya ada di mental pelaku UMKM itu sendiri.