PLUT Jogja, Selasa (30/7) kedatangan tamu spesial seorang pengusaha nasional yaitu Onny Hendro Adhiaksono, yang dikenal dengan julukan Kaji Edan. Pengusaha nyentrik asal Yogyakarta yang kini tinggal di Australia ini, sempat viral di pemberitaan beberapa tahun yang lalu dengan Alphard Mentromini-nya. Pak Onny merupakan owner beberapa bisnis di beberapa daerah di Indonesia, hingga di luar negeri, antara lain beberapa apartemen dan resort di DIY, condotel di pekanbaru, apartemen di Australia, serta beberapa tambang di Kalsel.


Dalam kesempatan temu bisnis ini beliau sharing pengalaman bisnisnya kepada peserta Inkubator Bisnis UKM Naik Kelas. Selain itu pak Onny juga memberikan challenge kepada para peserta yaitu jika peserta punya dana/modal 3 juta maka dana tersebut akan digunakan untuk mewujudkan ide bisnis apa? Dijanjikan bahwa beliau akan hadir kembali di PLUT Jogja dan pada kesempatan berikutnya tantangan tersebut akan dikumpulkan dan lima proposal terbaik akan memperoleh hadiah istimewa.


Antusiasme peserta untuk menghadiri acara ini sangat besar, terbukti dari membeludaknya peserta dan antusiasme peserta menggunakan kesempatan langka ini untuk berdiskusi dengan pengusaha yang memiliki motto “Sedikit bekerja banyak tamasya” ini. Berkaitan dengan tips yang dibagikan dalam pengembangan bisnis, pak Onny menyampaikan salah satunya bahwa seorang pengusaha haruslah memiliki jiwa makelar, yakni bagaimana membuat pembeli maupun penjual sama-sama senang dan puas (sing adol seneng, sing tuku marem). Beliau juga menyampaikan bahwa pengusaha jangan pernah berpikir dan membatasi diri hanya untuk fokus di bidang bisnis yang saat ini sedang digelutinya, namun harus membuka diri seluas-luasnya terhadap potensi bisnis lainnya. Tak ketinggalan, pak Onny juga berpesan bahwa bisnis dan agama tidak dapat dipisah, bahwa bisnis tidak semata-mata perhitungan berbekal kalkulator manusia namun juga masih ada kalkulator Tuhan yang berperan dalam kesuksesan bisnis.


Pada akhir acara pak Onny membagikan doorprize buku karangan beliau kepada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan pada kesempatan diskusi.