Financial Planner, Apa Sih?

(Seri: Melek Keuangan #3)

Bisa punya apa dalam 10 tahun kedepan?

Saya mulai tulisan ini dengan pertanyaan provokatif, dan mungkin terkesan ‘nyinyir’.

Sepertinya Anda mulai mengkerutkan kening? Betul ya? Hahaha.

Tapi bagi Anda yang sudah mempunyai perencanaan kedepan dan sistematis maka Anda akan langsung respect menjawab “saya akan punya rumah besar dengan halaman luas dan punya asset usaha sekian miliar”.

Ok baiklah, mari kita lanjutkan membaca tulisan ini.

Ya, pertanyaan pembuka di awal tulisan ini akan menggambarkan kita pada dua realitas. Pertama, Anda yang belum mempunyai perencanaan kedepan. Dan kedua, Anda yang sudah mempunyai perencanaan untuk apa-apa yang Anda akan raih dalam waktu atau tempo tertentu. Dan realitas kedua ini adalah suatu hal penting bagi Anda yang seorang entrepreneur. Kenapa demikian?, karena dalam bisnis, perencanaan khususnya perencanaan keuangan (Financial Planner) itu penting untuk keberlanjutan usaha.

So, apa sih perencanaan keuangan? Apakah perencanaan keuangan itu seperti kita menyisihkan sebagian uang yang kita miliki?

Ya, jika pengetahuan Anda terkait perencanaan keuangan itu terbatas seperti yang saya sebutkan di atas, Anda tidak salah hanya saja sedikit belum tepat. Perencanaan keuangan itu merupakan suatu proses pencapaian tujuan pribadi melalui manajemen keuangan yang terstruktur dan tetap. Kata tetap bisa kita maknai sebagai sikap disiplin.

Nah lebih jelasnya begini, ketika arus kebutuhan hidup meningkat maka otomatis biaya-biaya hidup pun cenderung naik. Biaya hidup itu pengertiannya sangat luas tidak hanya terbatas sandang pangan dan papan tetapi mencakup biaya lain seperti kesehatan, pendidikan dsb. Nah, biaya-biaya dengan tujuan itulah AndCara-Meningkatkan-Literasi-Keuangan-Finansialku.gifa mulai sisihkan secara teratur untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhannya.

Tapi terkadang banyak juga yang mengeluh seperti ini; ‘boro-boro mau menyisihkan uang, biaya makan saja kurang’. Nah fenomena seperti ini sering muncul, dan saya pun sering menemukan keluhan seperti ini. Namun kadang lucunya, orang-orang yang mengeluh seperti ini ternyata cenderung konsumtif dan bisa beli ini dan itu.

Ini sangat menarik untuk kita teliti. Di tengah “ketidakberdayaannya menabung”, malah perilaku konsumtifnya lebih menonjol. Sebetulnya realitas ini bukan terletak pada ketidakmampuan untuk menyisihkan uang, namun hanya belum memiliki kesadaran terhadap pentingnya merencanakan kebutuhan-kebutuhan untuk di masa depan.

Jadi mari kita masuk kepada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terutama bagi Anda seorang pengusaha bagaimana mengelola keuangan masa depan dengan baik.

Pertama, mulai dengan RENCANA. Perencanaan keuangan yang baik harus dimulai sejak awal agar tahu ke mana saja penghasilan dialokasikan mulai dari proteksi, investasi, pengeluaran sampai utang. Jangan sampai karena kebutuhan dana yang mendesak, terpaksa harus melepas aset yang telah susah payah dikumpulkan.

Kedua, mulai dengan membuat LAPORAN KEUANGAN. Bagaimana Anda tahu kalau usaha menghasilkan padahal tidak pernah ada laporan mengenai aset, utang, modal dan keuntungan? Mulailah untuk membuat laporan keuangan baik secara sederhana maupun menyewa jasa professional agar mendapatkan gambaran yang obyektif mengenai kondisi keuangan usaha.

Ketiga, Anda mulai MEMISAHKAN KEUANGAN. Anda harus mengetahui mana keuangan usaha Anda dan mana keuangan bisnis Anda. Seringkali hal yang menyebabkan sebuah usaha tidak berkembang karena tercampurnya keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Sebaiknya gajilah diri Anda kalau usaha yang dirintis sudah mampu memberikan gaji dan jangan memasukkan pengeluaran pribadi ke dalam keuangan usaha.

Nah, tiga hal ini saja yang menurut saya penting bagi Anda dalam memulai perencanaan keuangan. Intinya adalah Anda harus disiplin dalam menjalankan penyisihan keuangan. Bukan tergantung seberapa besar yang Anda dapat, tapi seberapa besar niat Anda untuk menyisihkan dan mengelola keuangan Anda. Itu saja!.

So, apa yang Anda akan punya dalam 10 tahun ke depan? 🙂