Bisnis Ala Rasulullah SAWRasulullah SAW adalah teladan yang baik dan benar untuk semua umat manusia. Sebagai seorang rosul, beliau banyak mencontohkan juga cara berdagang yang baik dan sangat menguntungkan, tidak hanya menguntungkan untuk si penjual sana (produsen) melainkan juga untuk si pembeli (konsumen). Bisnis yang benar sesuai ajaran agama Islam adalah dengan mengamalkan aturan-aturan syariat Islam dalam kegiatan bisnisnya.

Bisnis Rasulullah SAW tidak hanya sukses di negara Arab. Menurut banyak catatan sejarah, Rasulullah SAW juga mengalami kesuksesan dalam berbisinis di luar negeri, diantaranya Syam (Syuriah), Bahrain, Yordania dan Yaman.

Keberhasilan Rasulullah SAW dalam bisnis sudah nampak dari usianya yang sangat muda. Banyak catatan sejarah mengungkapkan bahwa Beliau banyak mempraktekkan strategi pemasaran bisnis yang luar biasa. Strategi pemasaran bisnis yang dilakukan Rasulullah SAW tidak membuat rugi pihak lain namun malah saling memberikan keuntungan.

 

Berikut ini adalah beberapa strategi bisnis luar biasa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

 

  1. Jujur

Rasulullah mendapatkan gelar Al-Amin atau yang terpercaya. Dalam bisnisnya, Rasulullah selalu mengutamakan kejujuran. Rasulullah tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya tentang apa saja keunggulan dan kelemahan dari barangnya tersebut.

Perlu diteladani bahwa kejujuran dari Rasulullah itulah yang menjadi ciri khas bisnisnya. Banyak yang tertarik dengan bisnis Rasulullah karena kejujurannya. Konsumen pasti akan memilih penjual yang jujur dan mau menjelaskan keunggulan serta kelemahan suatu produk yang mau dibeli. Dengan kejujuran dan kejelasan tentang barang yang dijual tersebut maka konsumen akan banyak yang datang karena merasa aman dan tidak akan ditipu.

 

  1. Menepati Janji

Bisnis Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Salah satu caranya dengan menepati janji. Barang-barang yang dipesan oleh konsumen disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah SAW. Dengan selalu mengedepankan menepati janji, maka pelanggan akan terpuaskan dan akan menjadi pelanggan yang loyal.

Inilah yang terkadang sering diabaikan oleh orang indonesia. Kebiasaan jam karet atau tidak tepat waktu sering menjadi momok dalam penurunan kepercayaan pelanggan bahkan sering kemudian menjadi pengganjal utama dalam keberlanjutan sebuah bisnis. Ketika sudah ada perjanjian kepada partner atau pelanggan, maka harus diusahakan untuk menepatinya.

 

  1. Jual produk yang berkualitas

Rasulullah SAW mengajarkan untuk memilah mana produk yang baik dan produk yang buruk. Dengan menjaga mutu barang-barang yang dijual, maka secara tidak langsung akan memberikan rasa kepuasan bagi konsumen. Selain itu, dengan mengelompokkan harga barang sesuai dengan kualitasnya akan membuat konsumen lebih nyaman karena bisa menyesuaikan dengan dana yang dipunya.

Dalam suatu kisah, Rasulullah SAW pernah marah kepada seorang pedagang karena menyembunyikan buah yang kurang bagus diantara buah-buah yang bagus. Rasulullah SAW memberikan contoh bahwa buah yang kurang bagus seharusnya diletakkan diatas, karena dengan meletakkan buah yang kurang baik tersebut diatas, maka pelanggan menjadi tahu. Sehingga tidak menipu dan merugikan pembeli.

Demikianlah tiga hal yang dapat bisa kita teladani, walaupun masih banyak lagi contoh-contoh lain dari keteladanan Rasulullah SAW dalam berbisnis. Semoga dengan meniru kebiasaan baik Rasulullah SAW binis kita menjadi semakin barokah dan semakin sukses. Aamiinnn