Saat ini banyak kemasan pangan yang menggunakan plastik. Untuk kemasan pangan sebaiknya produsen menggunakan plastik yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Plastik yang tidak memenuhi standar akan berbahaya bagi pangan. Disebut berbahaya karena terjadi migrasi komponen – komponen berbahaya yang ada dalam plastik tersebut ke dalam pangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah migrasi dari kemasan ke dalam pangan antara lain, kekuatan ikatan/mobilitas bahan kimia dalam pengemas tersebut; ketebalan kemasan; sifat alami pangan dalam yang kontak dengan pengemas (kering, berair, berlemak, asam, alkoholik); kelarutan bahan kimia terhadap pangan; lama dan suhu kontak.

Beberapa jenis plastik yang relatif aman digunakan sebagai kemasan pangan adalah PP, HDPE, LDPE, dan PET. Keamanan kemasan dapat dikenali dari logo atau tulisan yang tertera, misalnya , tulisan ‘aman untuk makanan’ atau for food use / food grade. Logo atau tulisan atau kode plastik tersebut biasanya dicetak timbul pada kemasan plastik. Secara umum sebaiknya kemasan plastik tidak digunakan untuk pangan yang bersifat asam, mengandung lemak atau minyak, terutama dalam keadaan panas. (Ir Ingrid S Surono, MSc, PhD).

Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM, Drs. Mustofa, Apt, Mkes membagi tips menggunakan kemasan pangan yang aman, yaitu:

1. Jangan menggunakan kantong kresek hitam untuk mewadahi langsung makanan siap santap

2. Sebaiknya mengurangi penggunaan kemasan pangan yang terbuat dari plastik PVC untuk panga berminyak atau berlemak serta mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas

3. Jangan mennggunakan kemasan pangan plastik dalam microwave kecuali atas anjuran produsen (Jenis PP cocok digunakan untuk microwave)

4. Jangan menggunakan kemasan pangan yang rusak atau berubah bentuk

Produsen harus bersikap bijaksana dalam memilih kemasannya dengan menggunakan kemasan untuk pangan sesuai dengan standar yang berlaku, dan sebagai konsumen kita juga harus cermat dan teliti menggunakan kemasan pangan dan mengerti penggunaannya supaya tidak menjadi masalah dikemudian hari.