UANG ADALAH SEBUAH IDEZaman dahulu ketika satu kelompok orang beternak ayam, dan ketika mereka ingin mendapatkan ikan maka mereka akan pergi kepada orang-orang yang memiliki ikan sambil membawa ayamnya untuk ditukarkan dengan ikan. Kita mengenal cara tersebut dengan istilah barter. Kemudian ketika zaman semakin maju, mereka yang dulunya menggunakan ayam atau ternak lainnya mulai berubah menggunakan kerang sebagai alat tukar. Setelah itu, berganti kemudian mereka menggunakan tembaga dan emas sebagai alat tukar. Dan akhirnya pada zaman sekarang ini kita menggunakan uang sebagai alat tukar.

 

Maksud dari uang adalah sebuah ide, dapat dicontohkan ketika kita pergi ke Amerika atau Eropa dengan membawa uang rupiah, mereka tidak akan langsung menerima karena mereka tidak mempunyai ide terhadap apa yang kita tunjukkan. Mereka pasti akan menyuruh kita untuk menukarkan dulu uang kita dengan mata uang mereka semisal Dollar atau Pounsterling sebagai alat tukar di negara tersebut.

 

Contoh lain tentang uang adalah sebuah ide, adalah cerita tentang BH. Ketika ditanyakan kepada orang-orang disekitar kita tentang berapa harga BH obralan di pasar, maka kira-kira ada orang yang akan menjawab Rp 5.000,00.

 

Harga Rp 5.000,00 mungkin terlalu murah. Tetapi bila kita bandingkan BH obralan dengan BH yang dijual di sebuah toko baju yang berada di Ambarukmo Plaza, bisa dipastikan harga akan naik. Bisa jadi Rp 50.000,00 atau mungkin Rp 100.000,00.

 

Harga Rp 100.000,00 mungkin masih banyak orang yang mengira bahwa harga itu masih umum dan banyak orang yang membeli. Tetapi bila ceritanya kita rubah tentang sebuah BH yang dipakai oleh Pamela Anderson selama 10 menit, kemudian BH tersebut dilelang. Apa yang terjadi? Berapa harga BH tersebut?

 

Ternyata BH tersebut harganya meningkat menjadi 10 juta rupiah atau bahkan 100 juta rupiah. Inilah yang namanya uang adalah sebuah ide. Ide datangnya dari benda diantara 2 telinga kita. Maksudnya adalah otak manusia, bukan hidung. Ide ini diproduksi dengan cara berfikir.

 

Apakah anda perlu membayar ketika mau berfikir? Pasti jawabannya tidak. Karena berfikir itu gratis. Dan apabila berfikir adalah gratis, maka pergunakanlah hal tersebut dan sebaiknya kita gunakan untuk berfikir besar.

 

Banyak orang mengajarkan bahwa kita ketika berfikir harus realistis. dan sepertinya pernyataan tersebut ternyata tidak selamanya benar. Bila kita lihat zaman sekarang ini merupakan zaman milik orang-orang yang dulunya pernah dianggap tidak berfikir realistis. Misalnya tentang pesawat terbang, handphone, tenaga nuklir, dan berbagai teknologi lainnya.

 

Masa depan adalah milik orang-orang yang hari ini memiliki goal yang dianggap tidak realistis. Goal atautujuan kita boleh jadi tidak masuk akal. Akan tetapi rencananya haruslah masuk akal. Salah satu rencana yang masuk akal adalah dengan cara kita memiliki pembimbing yang sudah mencapai apa yang diinginkan atau yang mendekati apa yang kita cita-citakan.

 

Apabila kita kepingin kaya, kita juga sebaiknya harus masuk kelas. Kita perlu untuk mencurahkan uang dan waktu serta konsentrasi untuk belajar dari orang yang sudah melakukan. Ini akan mempercepat, daripada kita coba-coba sendiri.