Semakin sibuk atau padatnya aktivitas di luar rumah membuat waktu memasak di dapur semakin berkurang bagi wanita pekerja. Salah satu solusi yang banyak dilakukan saat ini adalah memasak makanan beku atau frozen food. Jenis – jenis frozen food yang banyak ditemui saat ini antara lain : sosis, chicken nugget dan fried chicken dapat dijadikan lauk pauk yang dapat dimakan bersama dengan nasi, roti dll.
Dengan meningkatnya kebutuhan akan makanan yang sehat, maka peluang untuk menjual frozen food yang sehat juga semakin terbuka. Label “ tanpa bahan pengawet”, “tanpa MSG” atau “100% bahan organik” juga mulai dibuat untuk produk – produk dari frozen food seperti pada chicken nugget, bakso, siomay dan sebagainya. Namun dengan bahan – bahan yang alami frozen food yang dibuat menjadi tidak awet atau tidak berumur panjang maksimal hanya 1 bulan. Tapi inilah nilai lebih dari produk tersebut. Terlebih lagi untuk orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ( seperti : autis ) atau yang memiliki alergi terhapan salah satu jenis bahan pangan ( misalnya : bahan pengawet makanan ) atau yang memang menginginkan makanan yang organic dan sehat hal ini adalah target yang potensial.
“Frozen food” dapat dijual dalam 2 bentuk : bentuk setengah jadi, misalnya: Ebi Furai, dan bentuk sudah matang, misalnya: chicken nugget. Bahan yang segar sangat menentukan dalam hasil akhir produk yang dihasilkan. Untuk Chicken nugget misalnya, dibutuhkan ayam yang berkualitas baik, sebaiknya kita menggiling sendiri ayam yang akan digunakan karena bila kita menggunakan ayam giling yang siap pakai biasanya mengandung lemak yang cukup banyak hal tersebut membuat tekstur nugget menjadi kurang padat. Bila menggunakan bahan ikan dan udang sebaiknya memakai bahan yang segar karena bahan ini mudah sekali terkontaminasi sehingga menimbulkan bau.
Pengemasan untuk frozen food memerlukan plastik jenis khusus, yaitu jenis yang tidak mudah robek meski disimpan dalam freezer, lebih baik lagi bila dikemas dengan vacuum pack. Frozen food dibekukan menggunakan freezer yang memiliki daya beku yang cepat (berbeda dengan freezer rumahan) dan untuk penyimpanan sebaiknya makanan tetap berada di dalam freezer sebelum diolah kembali. Jangan lupa untuk mencantumkan tanggal kadaluwarsa untuk menjamin kualitas produk.