Dahulu kala, tiwul hanya dikonsumsi oleh masyarakat desa khususnya di daerah Gunung Kidul. Namun seiring dengan perkembangan jaman, kini tiwul telah menjadi makanan yang digemari oleh semua kalangan. Baik tua, muda, maupun yang masih anak-anak. Tiwul sendiri merupakan makanan pokok pengganti dari nasi atau beras yang terbuat dari ketela pohon atau yang lebih dikenal dengan singkong.

Namun saat ini tiwul sudah merambah di restaurant dan menjadi makanan yang fenomenal, harganyapun juga relatif lebih tinggi. Sebab meskipun fungsinya sama yakni sebagai pengganti nasi, akan tetapi di restaurant cara penyajiannya di buat secantik dan seindah mungkin. Sehingga akan menarik minat konsumen. Selain disajikan dengan penampilan yang menarik, kini tiwul juga memiliki varian rasa. Bila dulu hanya memiliki satu rasa yaitu gula aren, kini tiwul ada rasa coklat, keju, strawberry dan sebagainya. Oleh karena itu inovasi produk sangat diperlukan agar produk yang awalnya kurang begitu diminati oleh konsumen, maka dengan kita melakukan inovasi-inovasi ini maka akan mampu meningkatkan nilai jual suatu produk.

Konsumen biasanya suka dengan hal-hal yang unik dan menarik. Maka sebagai seorang pelaku usaha yang kreatif, harus bisa memahami apa yang diinginkan oleh konsumen.