Yogyakarta – Staf khusus menteri Koperasi dan UKM RI, Teguh Boediana berkunjung ke pusat layanan usaha terpadu (PLUT) KUMKM DI Yogyakarta pada Jumat, 17 April 2015. Teguh Boediana langsung disambut oleh konsultan PLUT KUMKM DIY dan Kabid UKM Disperindagkop dan UKM DI Yogyakarta di gedung PLUT jln HOS Cokroaminoto 162.

Dalam kunjungannya, beliau menyampaikan beberapa saran dan kritikan terhadap PLUT KUMKM DIY beserta Konsultannya. Terkait perapian gedung, Teguh Boediana menyoroti halaman PLUT KUMKM DIY yang belum rapi. “Kalau memang belum ada anggaran untuk merapikannya, temen-temen kan bisa kerjabakti untuk merapikan halaman.” Buat Teguh Boediana, kerapihan halaman cukup penting dalam aspek keindahan dari gedung PLUT.

Selain menyoroti aspek fisik gedung PLUT, Teguh Boediana juga mendorong konsultan PLUT KUMKM DIY untuk menjadi konsultan profesional dan Internasional. “Jadikan kesempatan berada di PLUT sebagai wadah menimba ilmu untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai seorang konsultan. Terus pelajari ilmu-ilmu yang terkait dengan pengembangan KUMKM.”

“Terlebih lagi, konsultan PLUT harus mahir berbahasa asing terutama inggris. Bagaimana mau jadi konsultan internasional kalau bahasa inggris saja cuma litle-litle, Harus Bisa!” Teguh Boediana melanjutkan.

Menyepakati penyataan Teguh Boediana, konsultan plut bersepakat dalam empat bulan mendatang kemua civitas PLUT mahir dalam berbahasa inggris sesuai tantangan yabg beliau berikan. “Bulan Agustus saya kesini lagi, Kalian harus mahir semua dalam berbahasa inggris!” Tegas Teguh Boediana.

“Sebagai langkah awal meningkatkan kampetensi konsultan PLUT untuk go internasional, sekiranya mahir bahasa inggris sangat penting. Untuk itu kami sepakat untuk melaksanakan tantangan dari Bpk Teguh, sampai bulan agustus kami harus mahir berkomunikasi dengan bahasa inggris.” Tutur koordinator konsultan PLUT KUMKM DIY, Yuli Afriyandi.

Petemuan singkat antara Teoguh Boediana dengan konsultan PLUT KUMKM DIY diahiri dengan penyerahan buku karya dari koordinator PLUT KUMKM DIY, Yuli Afriyandi yang mengangkat ekonomi kerakyatan.