Dunia usaha begitu dinamis, seakan melampaui kecepatan kemampuan kita untuk berubah. Banyak model bisnis baru yang bermunculan dan tidak sedikit pula model bisnis konvensional yang tumbang berguguran. Apa yang tidak terpikirkan oleh kita tentang bisnis ojek pada dua tahun lalu, ternyata saat ini muncul model bisnis gaya baru laiknya gojek dan grab bike. Sangat mungkin pula dalam dua tahun kedepan akan bermunculan model bisnis baru yang lebih kreatif, inovatif yang saat ini tidak terpikirkan oleh kita. Sungguh dunia ini begitu cepat berubah.

Kita ingat betapa dominannya Nokia di pasaran telpon selular, bahkan saking dominannya sempat dijuluki sebagai “henpon sejuta umat”. Namun apa yang terjadi, perusahaan yang sedemikian raksasa akhirnya harus gulung tikar, mundur teratur dari dunia per-ponselan. CEO Nokia Jorma Ollila mengatakan sebuah kalimat terakhir: “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah.” Kemudian puluhan eksekutif Nokia pun menitikan air mata.

Cerita ini saat ini dengan cepat menyebar di medsos. Banyak orang men-share dan mempostingnya. Sebab ada hikmah besar yang terkandung dari kisah ini. Nokia memang perusahaan yang mengagumkan, dan Nokia tidak melakukan kesalahan, namun dunia berubah terlampau cepat. Nokia pun terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan perubahan, hingga akhirnya kehilangan kesempatan. Ia bukan saja melewatkan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk bertahan hidup. Sungguh dunia ini begitu cepat berubah.

Pembelajaran yang bisa dipetik dari Nokia adalah, pertama; Keunggulan kemarin akan digantikan oleh tren esok. Kedua; merubah diri sendiri namanya kelahiran kembali, dirubah oleh orang lain namanya tersingkir.

Kini saatnya Anda pun harus berubah. Kemarin dan hari ini bisa jadi Anda penguasa pasar, produk Anda dielu-elukan, tapi belum tahu apa yang terjadi besok. Sekali lagi sungguh dunia ini begitu cepat berubah.