Hari ini, 28 Oktober 2015 kita kembali memperingkati Sumpah Pemuda. Tahun 1928, sekumpulan pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda, menyatukan visi untuk Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia. Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia. Saat ini, meski telah 87 tahun terlewat, semangatnya tetap harus menggelora sepanjang masa.

Semangat Sumpah Pemuda memiliki tujuan satu, satu persatuan, satu Indonesia. Dalam kondisi kekinian, mewujudkan Indonesia harus dengan kerja nyata membangun negeri. Apapun profesi, dimanapun tempatnya, bersama-sama harus bergerak membangun negeri.

Sebentar lagi, tahun 2016, Masyarakat Ekonomi Asean akan diberlakukan. Arus barang dan jasa serta manusia akan terbuka sebebas-bebasnya. Artinya persaingan bebas aka terbuka, produk-produk hasil keringat para perajin akan dengan langsung berkonfrontasi dengan produk-produk negara tetangga. Pertanyaanya adalah mampukah produk UMKM bersaing bebas dengan produk negara tetangga?

Jawabannya tentu beragam, ada produk yang memang sudah mampu bersaing langsung dengan produk negara tetangga, namun jauh lebih banyak lagi produk UMKM yang belum siap bersaing di MEA 2016.

Semangat sumpah pemuda harus mampu memberikan dorongan bagi masyrakat Indonesia untuk beratu padu mengumpulkan energi untuk menghadapi MEA. Salah satu langkah nyata adalah dengan bersama-sama meberikan keberpihakan terhadap produk-produk hasil UMKM dengan cara membelinya.

Di sisi lain, sebagai UMKM harus mulai sadar diri untuk terus berbenah menghasilka produk yang berkualitas dan mampu bersaing dengan produk negara tetangga. Dua hal ini harus berjalan secara beriringan sehingga pada ahirnya produk UMKM mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Sumpah Pemuda untuk BELA BELI INDONESIA.