Koperasi, sebuah istilah yang sejak saya menempuh pendidikan sekolah dasar sampai sekolah menengah didengungkan sebagai “Sokoguru Pembangunan Ekonomi Negara”. Namun kebesaran nama tersebut tidak sebanding kondisi koperasi yang berada di lapangan.
Sejak saya berkecimpung di dunia pendampingan mulai dari 2007 hingga saat ini, banyak koperasi yang mengalami kendala, mulai dari kepengurusan, akuntabilitas, aspek bisnis, dll. Hampir kesemua koperasi yang sempet saya kenal mengalami kendala tersebut bahkan sampai semua aktifitas bisnisnya berhenti, pengurus dikejar-kejar karena membawa sejumlah uang dan sebagainya. Namun ada beberapa juga yang memang menjadi koperasi yang bagus, mampu berkembang mengikuti perkembangan ekonomi.
Koperasi Unit Desa merupakan koperasi setingkat desa yang ada hampir di seluruh desa di Indonesia. Tujuan dari Koperasi Unit Desa adalah guna mendorong pertumbuhan perekonomian di tingkat desa. Mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, sampai ke simpan-pinjam. Harapannya dengan hadirnya KUD di setiap desa mampu menjadi gerbong pengangkut kemajuan ekonomi masyarakat desa.
Seiring dengan berjalannya waktu, banyak tatangan yang harus dihadapi KUD untuk bertahan dalam percaturan ekonomi. Banyak di antara KUD yang lahir puluhan tahun yang telah lalu masih mampu bertahan hingga saat ini, beberapa mengalami kemajuan, namun tidak sedikit yang stagnan bahkan mati.
Tidak perlu jauh-jauh, coba kita tengok KUD yang ada di desa kita masing-masing, aktifitasnya paling menonjol hanya menjual pupuk, tempat pembayaran listrik dan PDAM, serta beberapa masih beraktifitas simpan pinjam. Sangat jarang sekali KUD yang mampu mengembangkan bisnis di bidang lainnya.
Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu KUD di di salah satu kabupanten di DI Yogyakarta, kabupaten Kulon Progo, tepatnya di daerah pegunungan menoreh. Tepat di bawah puncak pegunungan menoreh, ada salah satu KUD yang cukup eksis dan berkembang. KUD “SIDO SUBUR” namanya, beralamat di dusun Clompret, Desa Gerbosari, Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo.
Awalnya saya dengan pengurus hanya mengobrol ringan mengenai aktifitas KUD, pada suatu kesempatan saya sempat menanyakan unit usaha dari KUD Sido Subur itu apa saja. Dan langsung dijawab oleh pengurusnya, “ada banyak mas, ada simpan pinjam, toko ATK dan Foto Copy, ada UKM Mart, PPOB”. Dalam benak saya “biasa aja, standar KUD yang lainnya” namun ketika pengurusny menyebutkan bahwa mereka juga punya sebuah SPBU Pertamina, langsung saya terkesima. “Serius ini, sekelasnya KUD  empunyai SPBU”, dan memang benar adanya, KUD Sido Subur mempunyai unit usaha SPBU tepatnya berada 200 m selatan perempatan Klenteng Kulon Plogo.
Luar biasa KUD yang satu ini, di sisi lainnya banyak sekali KUD yang tidak mampu mempertahankan keeksisnyanya. Ataupun mereka hanya mampu melakukan aktifitas usaha hanya sebatas jual perlengkapan pertanian dan paling bagusnya simpan pinjam, namun KUD SIDO SUBUR mampu berkembang dengan usaha yang besar. Mungkin inilah salah satu KUD yang mampu berkembang di tengah arus globalisasi perekonomian saat ini. +bossmalas