Kepala Bidang UMKM, Koordinator Wilayah DIY, Koordinator Daerah Sleman, Bantul, Yogyakarta kota, Gunung Kidul, Kulon Progo, Konsultan PLUT, Forum Komunikasi UMKM se DIY, mengadakan rapat koordinasi dan perencanaan lebih lanjut tentang pengelolaan galeri PLUT, di Gedung PLUT lantai 2 Jl. Hos Cokroaminoto No. 162, Kamis (19/01) kemarin.

Menurut kepala bidang UMKM Agus Mulyono mengatakan bahwa Galeri PLUT jangan kelamaan dibiarkan kosong, lakukan penataan dan manajemen yang baik. Terkait ownership mungkin bisa diluar PLUT, seperti Koperasi, karena kinerja PLUT masih dalam lingkup Dinas koperasi dan UMKM. Padahal sebenarnya dapat berpotensi menjadi profit oriented. Untuk itu perlu adanya pemikiran lain agar galeri yang dibuka menjadi pendapatan PAD.

rapat5Pelaku UMKM dapat memanfaatkan galeri tanpa dipungut biaya daripada harus menyewa ditempat lain. Dimana galeri tersebut merupakan aset milik DIY bukan hanya milik UMKM. Inilah tantang yang sedang dihadapi PLUT terkait kepemilikan galeri, apabila menjadikan galeri berorientasi profit maka perlu adanya pembukaan galeri ditempat lain dengan cara bekerjasama dengan pihak lain seperti kerjasama dengan koperasi. Sehingga galeri yang ada di PLUT dioptimalkan sebagai tempat produk UMKM tanpa dipungut biaya, dan PLUT tetap mendapatkan aliran dana APBN. Selain itu PLUT juga akan mendapatkan pendapatan bagi hasil dari pembukaan galeri di luar PLUT.

Ketua APIKRI, Amir Pansuri menegaskan bahwa produk yang dikelola galeri cukup lima hingga enam produk saja, yang penting fokus pada produk tersebutdan dikelola dengan baik. Daripada harus banyak produk akan tetapi pengelolaan manajemennya kurang baik. Dan mengenai galeri di luar PLUT bukan hanya handycraft, bisa dengan membuka foodcourt.

Tantangan yang dihadapi di lapangan, bahwa produk UMKM DIY saat ini masih kalah dengan produk yang dari luar dan sudah masuk Mall. Sehingga perlu cara agar produk UMKM dapat memiliki daya saing dengan produk lain dari luar Jogja. Selain itu, belum ada organisasi yang pantas untuk mendampingi UMKM hingga bisa tumbuh menjadi besar. Tambahan dari perwakilan Forum Komunikasi UMKM se DIY.

Dalam rapat koordinasi ini selain membahas tentang galeri PLUT, juga menyinggung tentang perubahan nama PLUT menjadi CIS. Selain itu tentang penerapan Model Bisnis Canvas, dan rencana realisasi Trading House di DIY pada galeri PLUT yang di sampaikan oleh koordinator konsultan PLUT Yuli Afriyandi. Untuk lebih progresnya tentang pembahasan tersebut akan disampaikan pada rapat koordinasi yang kedua pada hari Senin 23 Januari 2017.

Sagitaria Saputri/Mahasiswa Magang 2017/Ekonomi Syariah/UIN Sunan Kalijaga