Kegiatan Bimbingan Teknis Kewirausahaan Seri Manajemen Usaha ini  merupakan program perdana dari serangkaian program yang telah disusun oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) D.I Yogyakarta.  Adapun tahapan pelaksanaannya terdiri dari 3 tahap:

Pertama; tahap persiapan.Pada tahap persiapan ini dibentuklah kepanitiaan yang terdiri dari unsur konsultan, admin, front office dan pustakawan.Terpilih sebagai ketua panitia yakni Wira Sutirta dari Konsultan yang seterusnya bertanggung jawab mengkoordinir anggota panitia untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan teknis bimtek.  Setelah kepanitian terbentuk, maka rapat-rapat persiapan bimtek dilakukan seperti rapat mengindentifikasi peserta, mempersiapkan penanggung jawab untuk koordinasi dengan instruktur/nara sumber, menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK), membuat undangan, menyiapkan administrasi dan pada rapat akhir menjelang pelaksaan mengkonfirmasi ulang kesiapan masing-masing panitian yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang telah dibagikan.

Kedua; yakni tahap pelaksanaan.Pada tahap ini panitia melaksanakan tugas masing-masing selama bimbtek berlangsung. Sebagian panitia dari konsultan ikut mendampingi pemateri  dan menjaga kondusifitas berlangsungnya bimtek.

Materi pertama disampaikan oleh Bpk. Surya Purba, SH dari Dekopin Wil.DIY.Beliau menjabarkan materi tentang perkoperasian mulai dari latar belakang pendirian koperasi sampai dengan operasionalisasi koperasi. Menurut beliau Latar belakang pendirian koperasi yaitu kepentingan yang sama dan tujuan yang sama. Kemudian koperasi juga memiliki dasar pendirian yaitu orang yang akan mendirikan koperasi harus paham tentang koperasi, harus ada perencanaan usaha, modal, bersifat jujur dan sebagainya. Koperasi juga memiliki beberapa jenis yaitu: koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam. Namun dalam beberapa jenis koperasi tersebut, koperasi simpan pinjamlah yang pengelolanya harus menjadi anggota koperasi.Selanjutnya, untuk modal koperasi berasal dari setoran pokok, sertifikat modal koperasi, hibah dan sebagainya.

Panjang lebar penjelasan beliau tentang perkoperasian mendapat respon yang antusias oleh para peserta. Terbukti dengan adanya beberapa pertanyaan dari peserta seperti dari Alfian yang menanyakan apakah koperasi boleh menyimpan uangnya di bank?. Selanjutnya pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Faris yang bertanya tentang beda BMT dan Koperasi. Dan dari peserta yang bernama Zahro; “apakah bisa mengembangkan koperasi di daerah sendiri (daerah asal) meskipun sudah menjadi angota koperasi di daerah perantauan?, Bagaimana cara menyikapi persoalan mengenai pajak koperasi yang terlalu besar yaitu mencapai 10%?”

Beberapa pertanyaan tersebut di jawab oleh Bpk. Surya Purba dengan lugas.Adapun jawaban beliau untuk pertanyaan pertama beliau membolehkan tapi sifatnya hanya untuk menjaga kemanan uang namun tidak untuk diinvestasikan. Untuk pertanyaan kedua beliau menjawab bahwa  BMT bisa jadi legalitasnya tidak koperasi,Cara bagi hasil tergantung pengelola, kalau di BMT belum tentu Syar’i karena ada angka flat.Dan untuk pertanyaan ketiga beliau membolehkan mengembangkan koperasi di daerah asal biarpun sudah menjadi anggota koperasi di daerah perantauan. Cara menyikapinya yaitu sistem koperasi seperti itu harus disadarkan sebab tidak boleh mengambil uang dengan cara memeras, selain itu manajemen koperasi harus bersifat terbuka dan transparan.

Materi pertama berjalan dengan lancar dan sukses, pesertapun terlihat puas dengan penyampaian pemateri.

Materi kedua disampaikan oleh Kabid.Koperasi dan UKM Disperindagkop DIY yakni Bpk. Drs. Sulthoni.Beliau memaparkan tentang kebijakan pemerintah tentang kewirausahaan.Secara terang beliau juga banyak menyinggung tentang kelembagaan PLUT-KUMKM, tugas dan fungsinya.Menurut beliau PLUT-KUMKM merupakan lembaga yang menyediakan jasa-jasa non-finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM).Adapun sifat dari penyediaan jasa oleh PLUT-KUMKM adalah sebagai stimulus yang berarti membantu secara teknis untuk meningkatkan kapasitas KUMKM untuk selanjutnya menyelesaikan masalah secara mandiri.Adapun aspek layanan dalam PLUT-KUMKM meliputi produksi, pemasaran, pembiayaan, sumber daya manusia, dan kelembagaan.Kemudian untuk jenis layanan PLUT-KUMKM terdiri dari konsultasi, pelatihan, pendampingan, pusat informasi dan rujukan.

Dari penyampaian beliau direspon oleh para peserta, dan ada juga peserta yang dipancing beliau untuk bercerita tentang kondisi usahanya.Hal ini seperti yang disampaikan oleh peserta yang bernama Zahro yang bercerita tentang usaha donatela.Ia mengatakan bahwa terdapat kesulitan berkomitmen dalam usaha karena kesibukan belajar, juga ada kesulitan dalam biaya untuk pembelian peralatan.

Lain Zahro lain juga cerita yang disampaikan Asti Metayani. Asti Metayani yang merupakan pengusaha pigura banyak bercerita tentang kendala dalam menjalankan usahanya. Ia mengajukan dana sebesar Rp 22.000.000,00 namun yang cair Rp 17.000.000,00. Usahanya berupa pigura dari limbah serat aren. Kesulitan terletak pada pengambilan bahan baku yang terlalu jauh dan jika pada musim hujan bahan baku menjadi basah. Karena adanya kesulitan tentang bahan baku tersebut maka kembali ke usaha awal yaitu cetak foto dan mengembangkannya ke cetak banner. Karena masih sering berubah-ubah sehingga terlihat masih kurang fokus.

Dari materi ini dapat disimpulkan bahwa ada banyak peluang dalam berwirausaha, namun untuk menjadi pebisnis yang sukses harus memiliki fokus dan tujuan dalam berbisnis. Fokus ini perlu dimiliki bagi para pelaku usaha agar kedepan usahanya akan lebih tertata. Selain itu para pelaku usaha juga perlu menambah informasi mengenai cara berbisnis yang baik dan benar. Informasi tersebut salah satunya bisa diperoleh dari buku.Selain buku, dengan adanya PLUT ini maka pelaku usaha bisa lebih terbantu lagi dalam mengelola bisnisnya agar bisa lebih berkembang menjadi lebih baik lagi.

Adapun materi ketiga tentang manajemen kewirausahaan yakni disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif PINBUK DIY.Penyampaian materi dibuka dengan ice breaking yang cukup menyita perhatian para peserta. Setelah ice breaking selesai materipun dimulai. Dari penyampaiannya disimpulkan bahwa Anatomi bisnis ada dua yaitu kapitalis dan humanis.Sistem kapitalis memiliki ciri-ciri waktu adalah uang dan laba yang diperloeh lebih banyak sedangkan pengeluaraanya sedikit.Kemudian untuk sistem humanis lebih bersifat memanusiakan manusia dan menekankan bisnis adalah untuk ibadah. Bagi para wirausaha harus mau belajar dari kerang mutiara yang selalu berusaha pantang menyerah namun pada akhirnya akan mendapatkan kesuksesan. Dalam berbisnis juga terdapat fasenya yaitu mulai dari development (fase pembangunan bisnis), introduction (bisnis sudah mulai berjalan), growth (bisnis mulai tumbuh dan berkembang), morturity (fase puncak dalam berbisnis) dan decline (fase penurunan dalam berbisnis).Oleh karena itu para pelaku usaha harus bisa melewati fase tersebut dengan mau belajar dan berusaha.

Pada session akhir materi disampaikan oleh perwakilan dari Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional Pemuda Indonesia (HGKNPI) Pusat.Pada session ini peserta diajak untuk mengenal kelembagaan HGKNPI.Dijelaskan bahwa HGKNPI adalah organisasi penghimpun kewirausahaan.Adapun latar belakang berdirinya HGKNPI yaitu adanya pemuda yang produktif dan bertanggung jawab, dilaksanakan oleh kementrian koperasi dan UKM RI, munculnya keresahan penerima bantuan dalam pengaplikasian program.Kemudian penguat kelembagaan dalam HGKNPI yaitu kemitraan dengan pemerintah dan steakholder lainnya, penguatan usaha anggotanya, dan pendirian koperasi di setiap daerah.

Sesion ini juga mendapat tanggapan dari para peserta.Ada beberapa pertanyaan yang muncul seperti dari dari Bapak Haris yang menanyakan tentang siapa yang berhak mendirikan koperasi?Apa manfaat adanya HGKNPI bagi produk UKM? Lalu pertanyaan selanjutnya dari Faris : Apakah pengelola koperasi harus yang sudah memperoleh GKN?

Perwakilan dari HGKNPI pusat memberikan jawaban dari kedua pertanyaan tersebut, adapun jawaban yang dberikan yakni “Koperasi didirikan oleh anggota, dikelola oleh anggota dan untuk anggota.Manfaat adanya HGKNPI bagi produk UKM adalah berusaha mengembangkan potensi produk agar bisa lebih baik lagi.Pengelola koperasi tidak harus yang sudah menerima GKN, semua orang berhak untuk menjadi pengelola dalam perkoperasian.

Materi terakhir sukses terlaksana.Dan session selanjutnya adalah session penutup.Penutup disampaikan langsung oleh ketua panitia dengan mereview materi pertama hingga terakhir dan memberikan semacam kesimpulan akhir dari seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.Dan berakhirlah tahap pelaksanaan.

Ketiga;yakni tahap pasca kegiatan.Pada tahap ini panitia bertugas untuk menyelesaikan SPJ penyelenggaraan Bimtek, membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi keseluruhan dari serangkaian kegiatan Bimtek.

Inilah tahapan-tahapan penyelenggaraan bimtek yang telah sukses dilakukan.Dari banyak respon peserta, peserta merasa puas dengan hasil penyelenggaraan bimtek ini.

Notulen:

Novita