Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 9 April 2015 PLUT-KUMKM DIY mengadakan sebuah acara bimbingan teknis dengan tema Aplikasi Business Model Canvas Bagi Koperasi Mahasiswa di DIY. Pada acara tersebut narasumber mengajak peserta untuk membedah aktifitas usaha yang sedang dijalankan saat ini. Ada yang menarik dari apa yang disampaikan narasumber pada kegiatan itu. Dan saat ini saya akan share pada anda pelaku bisnis online.

Mengawali presentasinya narasumber memberikan sebuah pertanyaan kepada seluruh peserta yang hadir. “apa yang membuat seorang pengusaha itu bahagia?” suasana sempat hening sejenak sebelum kemudian beberapa orang peserta mulai menanggapi. Ada yang mengatakan “ketika dapat memberikan kebahagian pada orang lain” ada juga yang menjawab “ketika sukses”. Anda harus dapat menemukannya secara sadar. Narasumber mengajak peserta bahwa motivasi berusaha bukan karena orang lain tapi untuk masa depannya kelak.

Yang pertama bisnis hanyalah sebuah kendaraan yang mengantarkan kita kepada sebuah tujuan. Selama kendaraaan anda tidak membuat cepat sampai pada tujuan, tidak membuat nyaman, tidak membuat bahagia, berarti ada yang salah pada kendaraan. Anda harus membongkar dan membedah kendaraan tersebut. Barangkali selama ini lupa untuk diservis atau menggunakan bahan bakar yang tidak halal.

Yang kedua tidak ada yang baku dalam bisnis. Kalau sekarang ada sepuluh pengusaha diberi modal yang sama untuk mendirikan usaha yang sama di tempat yang sama dimulai dengan waktu yang sama apakah hasilnya akan sama? beberapa peserta menjawab tidak. Faktor apa yang membuat sepuluh usaha ini hasilnya tidak sama? Narasumber menjawab karena usaha dikelola oleh orang. Setiap orang diciptakan untuk tujuannya masing-masing, untuk pengalamannya masing-masing. Maka hasilnya akan beda. Meskipun mesin dan bahan bakarnya sama. Untuk itulah mengapa berbagai pelatihan diadakan untuk meng-upgrade orangnya. Karena sesungguhnya bisnis itu ada pada orangnya. Yang baku dalam bisnis hanyalah rencana itu sendiri.

Yang ketiga bisnis harus untung. Dari zaman nenek moyang hingga saat ini ada prinsip bahwa pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran. Kalau dari rencana bisnis yang telah dibuat tidak menguntungkan, berarti anda harus merubah lagi sampai menguntungkan. Kalau sudah diotak-atik dan mentok ternyata masih rugi berarti anda jangan melakukan bisnis tersebut. Kalau kita mempunyai rencana bisnis, dari rencana saja sudah rugi maka jangan dilakukan. Karena bisnis itu hanyalah kendaraan. Namanya kendaraan bisa diganti sewaktu-waktu, bisa hilang, bisa dicuri orang dan bisa rusak.