PLUT-KUMKM DIY telah menjadi rumah bersama bagi UMKM dan Pendamping UMKM, beberapa waktu yang lalu DLI Dinamika Lintas Nusa Initiative dan PLUT menggelar acara C-BED bagi kelompok UMKM di DIY. Kolaborasi ini menghasilkan sinergi dalam rangka peningkatan kapasitas konsultan, membangun living dokument database UMKM maupun dalam rangka kerjasama-kerjasama pelatihan. Kegiatan peningkatan kapasitas konsultan bisnis UMKM yang telah terselenggara diantaranya adalah Penerapan SNI bagi UMKM. Dalam pelatihan ini dibahas teknis bagaimana UMKM bisa memakai Standar Nasional Indonesia dalam penerapan produk UMKM. Selain itu SNI juga bisa diusulkan oleh para pelaku UMKM maupun pendamping UMKM kepada BSN (Badan Standarisasi Nasional) sehingga standar yang ada dapat lebih sempurna.

Pelatihan C-BED merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh DPN ABDSI. Beberapa konsultan PLUT-KUMKM bersama anggota ABDSI lain turut serta dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pemebelajaran C-BED ini PLUT-KUMKM DIY telah berhasil menginisiasi kelompok batik di Gunung Kidul tepatnya daerah Bedoyo dalam mengembangkan usaha batik. Tool C-Bed ini merupakan tool dalam mengembangkan UMKM berbasis komunitas dengan dana seminimal mungkin. Metode C-Bed ini merupakan metode yang tepat bagi pengembangan UMKM di daerah pelosok yang sulit dijangkau, karena dengan C-Bed seseorang akan mampu menerapkan tanpa harus dengan seorang mentor.

Kelas Bisnis Selasa Pagi (KBSP) yang diselenggarakan setiap hari selasa oleh PLUT-KUMKM DIY juga menggandeng anggota ABDSI dalam mengisi pelatihan tersebut. Konsultan bisnis profesional dari beberapa macam lembaga sempat dihadirkan dalam rangka pengembangan UMKM. Beberapa konsultan yang sempat dihadirkan adalah Coach Dewi Hadhy (cek dewihadhy.com), Azfa Pabulo (KKMB DIY), Anis Nugrahanto (Inkoptan), Cahyadi Joko Sukmono (Forbiz Indonesia).

Kolaborasi membangun database UMKM secara bersama menjadi fokus awal pembentukan forum komunitas pendamping UMKM di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Cahyadi Joko Sukmono selaku penggagas Living Document KUMKM ini mengatakan bahwa perlu adanya living dokument database UMKM secara online yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Dengan adanya aplikasi ini akan mempermudah dokumentasi para konsultan bisnis UMKM. Project Living Document ini di gawangi oleh salah satu konsultan PLUT-KUMKM DIY yaitu Annas Setiawan Prabowo. Annas menegaskan bahwa living database telah selesai dengan prosentase 90%, sedangkan 10 % sisanya adalah pengisian database UMKM secara bersama-sama oleh para pendamping UMKM di wilayah DIY.