Yogyakarta, Dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pada pertemuan pertama bulan November lalu, yaitu diadakan pertemuan rutin setiap bulan bagi konsultan bisnis se-DIY, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta memfasilitasi pertemuan kedua pada tanggal 24 Desember 2014. Sediannya, pertemuan bulanan ini diadakan setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulannya, namun pada bulan Desember ini harus mundur sekitar dua minggu dikarenakan berbarengan dengan kegiatan munas Asosiasi Business Development Indonesia (ABDSI) IV di Jakarta.

Temu Konsultan Bisnis KUMKM bulan ini dihadiri dari berbagai unsur seperti lembaga BDS-P, KKMB, PNPM MPD DIY, Forbiz Indonesia, Smedc UGM dsb. Melanjutakan pembicaraan pada pertemuan pertama lalu, disepakati bahwa forum konsultan bisnis KUMKM ini dibuka secara luas tanpa melihat latar belakang dari konsultan pendampingan yang ada. “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, setiap kementrian bahkan instansi daerah mempunyai pendamping masing-masing. Tanpa mengucilkan lembaga lainnya, forum Konsultan Bisnis KUMKM DIY bermaskud menjadi wadah bersama antar berbagai konsultan pendampin.” Kata Yuli Afriyandi, salah satu konsultan bisnis PLUT-KUMKM DI Yogyakarta.

Selain menekankan untuk membuka forum konsultan bisnis KUMKM DIY secara luas tanpa melihat ego sektoral yang ada, Pertemuan kedua ini juga menyepakati beberapa poin penting. Pertama adalah guna mewujudkan kesolidan forum konsultan bisnis KUMKM DI Yogykarta, peserta mengusulakan untuk membuat sebuah program bersama. Salah satu program yang direncanakan adalah mengadakan pelatihan ISO 9001 pada bulan februari.

Kelancaran komunikasi antar konsultan bisnis sangat diperlukan, untuk mewujudkan itu diperlukan sebuah portal bersama, untuk itu disepakati dibuatnya forum online yang nantinya menginduk di website PLUT-KUMKM DI Yogykarta (www.plutjogja.com). Forum nantinya dapat digunakan untuk komunikasi yang lebih intents lagi antar sesama konsultan mengenai program maupun berbagi informasi, mengingat kesibukan tidak bisa seringnya berkumpul antar konsultan sehingga diperlukan media berbasis onlin yang mudah digunakan.

Database, lagi-lagi menjadi sorotan utama di pertemuan kedua ini. Banyak konsultan yang mengemukakan bahwa database KUMKM dan konsultan bisnis KUMKM di DIY masih sangat lemah. Setiap instansi mempunyai versinya masing-masing. Kalaupun data itu lengkap, kebanyakkan data tersebut tidak lengkap. Menanggapi hal tersebut, pada pertemuan kali ini disepakati pembuatan database yang tersentral di PLUT-KUMKM dengan pola pendataan secara online. “Lebih lengkapnya database itu seperti apa, kita akan bangun terlebih dahulu.” Tutur dari salah satu konsultan IT PLUT-KUMKM DI Yogyakarta, Annas Setiawan Prabowo.