Pepatah mengatakan bahwa masa depan seseorang bisa dilihat dari cara hidupnya saat ini. Pemalas, pesimis, pengkritik, penipu, pendumel dsb, pasti akan sulit menjadi kaya. Namun bukan berarti seorang optimis, pekerja keras, pintar, dan baik kelak akan dijamin menjadi kaya raya. Tidak ada yang bisa menjamin orang yang baik akan dilancarkan hidupnya. Namun sudah pasti orang yang jahat seperti yang saya sebutkan di awal akan sulit dan tersiksa hati nuraninya. Jadi simpulannya adalah, yang bisa meramalkan masa depan manusia adalah yang bisa merencanakan kehidupannya saat ini. Khususnya dalam hal perencanaan keuangan.
Karena saat ini saya sedang menekuni tentang perencanaan keuangan, maka saya akan mencoba membuat ilustrasi sederhana tentang perencanaan keuangan. Bahwa perencanaan keuangan hanya mengutak atik pendapatan dikurangi dengan pengeluaran, dan jika lebih maka disebut saving (tabungan). Sebaliknya jika kurang maka disebut hutang.

croppJadi, saat ini Anda hanya dituntut pintar dalam memainkan permainan uang sederhana ini. Jika Anda pintar maka masa depan Anda akan cemerlang, namun sebaliknya, jika Anda tidak menguasainya maka masa depan Anda pasti suram.
Khususnya bagi Anda yang masih berstatus single. Pada sisi pengeluaran, tentu masih sangat sedikit.
Namun kebanyakan pada masa-masa ini kaum single justru mengalami masa surut dan kempis. Jika ditanya, apakah mereka memiliki 50 juta ditabungan? Atau diturunkan jadi 30 juta? Apakah mereka bisa membeli kendaraan pribadi dari uang hasil usaha sendiri? Jika pertanyan-pertanyan ini di jawab tidak, so, kemana larinya uang mereka??
Padahal, ketika mereka suatu saat nanti melepas masa lajangnya, maka pengeluaran mereka akan meningkat dua kali lipat hingga lebih. Weleh,..weleh,…
Lhaa, berarti sejak single kita harus pintar doong? Yes,..harusnya seperti itu.
Sedari jomblo sudah seyogyanya kita harus bisa mengatur pengeluaran sehingga akhirnya menemukan selisih yang akan menjadi saving. Jika pada masa-masa seperti ini Anda memang terkesan memiliki sifat foya-foya dan gemar menghabiskan uang, maka solusi yang tepat Anda harus habiskan untuk kebutuhan yang produktif dan bernilai tinggi dimasa depan.
Kuncinya agar menang dalam permainan ini adalah kedisiplinan, konsistensi dan optimisme. Pada saat single, dimana pengeluaran masih relatif sedikit, maka dengan kedisiplinan mengatur pengeluaran tentu akan mendapatkan saving yang maksimal. Dan pada masa seperti ini, semangat, tenaga yang lebih menjadi modal utama dalam memaksimalkan pemasukan. Karena Anda akan lebih produktif dibandingkan dengan masa-masa tua nanti.
Karena itu, pada masa seperti ini Anda harus senantiasa focus dalam memaksimalkan potensi dan kelebihan yang Anda miliki sembari memperbaiki kekurangan diri. Karena perubahan itu tidak mudah, membutuhkan usaha yang maksimal.
Bersambung,…..