IMG-20170207-WA0000[1]PLUT-KUMKM DIY atau CIS (Center For Integrated Services of Smesco) mengadakan KBSP (Kelas Bisnis Selasa Pagi) ke-70 yang dihadiri oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM ) di DIY, para pengusaha ini telah membangun mitra dengan PLUT. Kegiatan yang mengusung tema “Personal Branding untuk Entrepreneur” biasa diadakan di ruang rapat lantai 2 CIS, berlangsung selama dua jam, Selasa (07/02) kemarin.

IMG_20170207_110601[1] Coach Dewi R. Hadhi mengatakan bahwa dalam membangun branding dapat digambarkan seperti segitiga, yakni branding mengenai personal itu sendiri, company, dan produk. Defferensiasi produk merupakan produk yang different, artinya untuk membangun identitas suatu produk maka harus membuat produk berbeda dengan produk lainnya.
Dalam kegitan tersebut, peserta diberikan post-it untuk ditempelkan dalam whiteboard yang telah disediakan. Post-it yang telah dibagikan tersebut dituliskan mengenai kekurangan dan kelemahan produk dari setiap UMKM, selain itu juga mengenai target yang ingin dicapai dalam waktu yang ditentukan dan capaian omset yang diinginkan.

IMG_0484

Untuk membuat identitas yang mencirikan produk kita maka diawal harus mendengarkan segala komplen maupun masukan dari konsumen dan mitra. Karena dalam setiap sebelumnya kita juga harus mengenali siapa diri kita sendiri. Kemudian dalam meyakinkan konsumen, maka dalam setiap pembuatan produk harus mempertahankan identitasnya.
Handling Complain
Dalam menghandle komplain dari para konsumen, pelaku usaha harus mengantisipasinya dengan cara informasi produk harus jelas, dibuat agenda, produk ready stock, kemudian apabila konsumen memesan barang maka dapat dilakukan dengan cara mengkonfirmasi ulang pemesanana barang. Kemudian yang paling penting adalah mengenai tim yang handal, jadi dalam setiap kegiatan harus diutamakan kerja tim. Kerja tim yang baik maka akan menghasilkan kerja yang baik juga. Seperti halnya istilah prospect your team, respect your future.
IMG_20170207_095826[1]Selain itu, juga ditentukan SOP (Standar Operasional Prosedur) nya, jadi cara yang tepat dalam menyikapi konsumen yang komplen terhadap cara kerja kita maka hal pertama yang dilakukan adalah meminta maaf dengan tulus, tidak memberikan alasan apapun sehingga kita benar-benar mengakui kesalahan, selanjutnya complement yang mana memberikan bonus atau potongan harga maupun diskon kepada konsumen, terakhir adalah mengevaluasi hasil kerja atau pelayanan terhadap konsumen.
Hana Sukemi selaku peserta KBSP mengatakan bahwa KBSP dengan tema personal branding ini begitu berguna sekali bagi para pelaku usaha dalam membuat identitas yang khas dari produk yang dihasilkannya. sehingga produk yang dihasilkan tersebut berbeda dengan produk lain. Untuk itu, harapnnya dalam KBSP ke-70 ini setiap pelaku UMKM dapat membangun personal branding, baik dari segi personal, produk maupun perusahan sehingga produknya dapat bersaing dengan produk lain, selain itu juga dapat menambah omset.

Sagitaria Saputri/Mahasiswa Magang 2017/Ekonomi Syariah/UIN Sunan Kalijaga