Peluang dalam bisnis kuliner memang cukup menjanjikan. Membuka dan menjalankan bisnis kuliner bisa dilakukan oleh siapa saja, ibu rumah tangga, karyawan, pns, ataupun latar belakang profesi lainnya, baik perorangan ataupun kelompok, semua dapat membuka dan menjalankan usaha kuliner. Melihat dari tingkat keuntungan yang bisa diraih, bisnis ini juga memiliki tingkat resiko dan persaingan yang cukup ketat karena jumlah peminatnya yang besar. Untuk itu perlu dilakukan dengan benar langkah-langkah dalam mengelola dan menjalankan suatu bisnis kuliner atau rumah makan. Dalam Menjalankannya seringkali kita menemui beberapa kendala atau permasalahan, dan berikut kami akan memberikan sedikit solusi secara umum :

1. Masalah Rasa yang sering berubah atau memang kurang pas dengan lidah pelanggan :
Dalam bisnis kuliner banyaknya pelanggan atau pembeli biasanya tergantung soal rasa makanan..apakah memang enak atau memang punya ciri khas tertentu, rasa yang berubah biasanya dipicu dari racikan/takaran bumbu yang berubah pula..oleh karena itu pastikan mencatat setiap takaran yang tersaji dalam bumbu kuliner anda tersebut,,jangan hanya kira2 karena biasanya rasa akan berubah.., Kemudian rasa yang kurang pas dengan lidah pelanggan..ini perlu survey pasar atau memang ada sejenis kuliner di dekat anda yang rasanya lebih enak menurut pembeli, ini berarti perlu inovasi racikan untuk mempertajam rasa.

2. Masalah Kebersihan dan penataan tempat
Ketika kita ada di tempat yang bersih tentu kita akan merasa nyaman, tak perlu mewah yang penting bersih, sama halnya dengan para pembeli dan pelanggan kita ketika mereka makan di tempat dan melihat sekelilingnya bersih mereka juga akan makan dengan nyaman dan menimbulkan kesan positif, beda ketika ada sampah berceceran kemudian ada lalat, adanya debu, toilet yang kurang bersih atau berbau..untuk mengatasi hal tersebut sediakan tempat sampah yang jauh dari tempat makan untuk menghindari lalat dan jangan lupa papan penunjuk (tempat sampah, toilet, Dll) dan usahakan pelayan untuk langsung membersihkan ketika pelanggan sudah selesai makan, kontrol selalu meja kursi atau tempat yang sering ada debunya terutama ketika akan menjelang buka, dan juga jangan lupa sediakan tempat cuci tangan dan tisu.., penataan tempat juga penting agar menimbulkan kesan pada para pelanggan.. anda bisa belajar dari tempat kuliner yang sederhana dan ok penantaan tempatnya..berikan space antara meja tempat duduk satu dan lainnya agar tidak terlihat sempit..dan jangan memaksa agar muat banyak..ketika makan berdesakan banyak dari pelanggan hanya akan mengeluh.

3. Masalah Keramahan/Kenyamanan
para pelanggan/pembeli yang datang biasanya punya permasalahan yang berbeda beda..ada yang habis dimarahi bosnya mungkin..hehe, atau apalah yang mempengaruhi mood..sehingga biasanya mereka datang dengan muka yang agak lesu atau kurang cerah..nah ini adalah tugas kita bersama untuk mengembalikan mood mereka atau paling tidak mengurangi ketegangan..hehe, Dalam bergaul sehari hari tentu kita sering bertegur sapa dengan teman, tersenyum kemudian menanyakan kabar atau sebaliknya, ketika mendapat senyum yang terbersit adalah keramahan dan kenyamanan atau seperti kita merasa diterima oleh teman tersebut..sehingga orang yang murah senyum biasanya temannya banyak, dalam pelayananpun demikian..jangan sampai ada muka2 cemberut karena itu akan mempengaruhi mood para pelanggan/pembeli dan membuat suasana tidak nyaman..berikan senyuman terbaik agar pembeli tersebut segera menjadi pelanggan anda..hehe, Sekian..selamat siang.. 🙂