Dewasa ini, banyak berkembang orang yang menjadi motivator. Dia diundang untuk berbicara di banyak tempat. Betapa tidak, seakan pekerjaannya ya hanya ngomong doing dimana-mana. Kelihatannya enak? Ya memang enak. Kelihatanya mudah…? Eiiitttt tunggu dulu.
Untuk menjadi seorang pembicara atau motivator tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Utuh kerja keras yang tinggi. Kerja keras dalam membangun apa yang menjadi fokusnya, semisal bisnisnya. Juga kerja keras dalam memasarkan dirinya sendiri.
Kenapa diri sendiri harus dipasarkan? Menjadi seorang trainer tidak lepas dari seberapa kuat dia dikenal oleh masyarakat. Seberapa kuat dia mempunyai brand yang melekat dimasyakat. Semakin kuat citra seseorang di masyarakat, maka semakin tinggi peluag orang tersebut menjadi seorang trainer/motivator/pembicara.
Membangun citra diri atau sering dikenala dengan Personal Branding merupakan suatu upaya memasarkan diri sendiri kepada khalayak umum, sehingga khalayak umum dapat mencitrakan bahwa seorang tersebut mempunyai kekhasan atau citra sendiri. Seperti sebuah produk, sebut saja iPhone. Apa yang ada dibenak kita waktu disebut kata “iPhone”? Setiap orang pasti akan melihat iPhone sebagai smartphone yang canggih, keren, fungsinya banyak, dan harganya mahal. Begitulah sekiranya personal branding bekerja, mencitrakan seseorang menjadi sesuai dengan kualitas dan kapasitas yang dimilikinya.
Seberapa penting sih seseorang harus membangun personal brandingnya? Tentu jawabannya akan beraneka macam. Personal branding akan menjadi penting bagi seseorang karena memang butuh eksistensi yang tinggi baik dari bisnisnya atau dirinya sendiri. Dan menjadi tidak penting karenan memang seseorang tidak perlu eksistensi yang tinggi.
Terlepas dari seberapa pentingnya membangun personal branding, membangun personal branding memberikan keuntungan yang cukup banyak bagi seseorang, diantaranya:
  •  Banyak yang dikenal orang
  • Orang cenderung akan lebih menghormati
  • Dapat menginspirasi orang lain tentang keberhasilan yang telah dicapai
  • Bisnis yang dijalani akan semakin berkembang seiring dengan berkembangnya personal branding.
  • Dan tentunya masih banyak yang lainnya.
Lantas bagaimana cara membangun personal branding yang baik? Berikut akan kami sampaikan beberapa langkah bagaimana cara membangun personal brading.
Kenali Diri Sendiri
Langkah paling dasar dalam membangun personal branding adalah mengenali diri sendiri dengan baik. Mengetahui dan mengenal siapa diri sendiri, apa passion, apa keahliannya, dll.
Gunakan Media
Setelah mengenali diri sendiri, mulailah membranding diri sendiri dengan menggunakan media yang ada, seperti blog, website, kartu nama, video, portfolio dan lainnya. Bahkan kamu bisa memulai personal branding lewat Social Media seperti Facebook, Twitter, Path, dll.
Komunikasi
Komunikasikan tentang diri sendiri kepada dunia. Semakin banyak yang mengenal maka personal branding yang dibangun akan semakin kuat. Jangan lupa untuk sering mengobrol dengan orang-orang baru, orang penting, atau siapapun untuk memperluas jaringan. Konsisten
Lakukan terus menerus secara berkelanjutan sehingga orang akan selalu mengingat. Segala sesuatu yang tidak konsisten akan cepat tenggelam/punah.
Ditulis Oleh Imam Syafi’i, Founder bossmalas.com