Kemasan produk pangan adalah salah satu faktor yang menentukan dalam menjamin kualitas suatu produk. Produk pangan yang telah dibuat dengan memenuhi standar tertentu akan sia – sia tanpa adanya pengemasan yang baik. Beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah : bahan kemasan, bentuk kemasan dan lain-lain.
Bahan kemasan yang banyak digunakan pada produksi pangan dewasa ini adalah plastik, gelas, logam, kertas atau gabungan dari beberapa bahan. Bahan kemasan yang paling populer saat ini adalah plastik, bahan ini banyak digunakan karena kepraktisannya serta harga yang relatif terjangkau. Bahan kemasan plastik yang dapat digunakan untuk kemasan pangan adalah plastik jenis PET, HDPE, PVC, LDPE (PE-LD), PP,PS (EPS) dan Polikarbonat. Ketujuh jenis plastik tersebut adalah jenis plastik yang diperbolehkan penggunaannya untuk makanan menurut BP-POM RI. Namun penggunaan bahan plastik tersebut juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya tidak dapat digunakan untuk bahan yang bersuhu tinggi (panas) dan memiliki kadar alkali serta asam yan tinggi. Bahan kemasan dari gelas (kaca) dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut karena relatif lebih tahan terhadap panas dan alkali/asam yang tinggi. Namun bahan gelas/kaca mudah mengalami kerusakan (pecah). Bahan kemasan dari logam digunakan untuk pengalengan dan alumunium foil.Bahan ini bersifat kuat dan tidak mudah rusak namun karena harganya yang relatif tinggi membuat bahan ini kurang diminati. Bahan kemasan kertas memiliki keunggulan yaitu harganya relatif murah dan tahan terhadap panas namun beberapa jenis kertas mudah mengalami kerusakan dan sangat tidak tahan air. Untuk itu saat ini banyak bahan kemasan yang merupakan gabungan dari beberapa bahan seperti bahan antara logam, plastik dan kertas. Bahan gabungan ini memiliki keunggulan dari masing-masing bahan yang digunakan, sehingga dapat digunakan untuk bahan-bahan yang awalnya tidak dapat digunakan oleh bahan kemasan sebelum digabungkan.
Bentuk kemasan yang digunakan untuk mengemas produk pangan sebaiknya disesuaikan dengan produk pangan yang dihasilkan, misalnya bentuk sachet cocok untuk produk sekali pakai, standing pouch dapat digunakan untuk kemasan refil, centre seal digunakan untuk produk snack dan gusseted (kemasan yang berbentuk kotak) digunakan untuk produk serbuk. Bentuk kemasan nantinya juga akan menentukan dalam peletakan dalam penjualan (menyusunan dalam rak) sehingga menarik.
Produk yang memiliki kemasan yang memenuhi standar yang ditetapkan juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk pangan. Sebaiknya produsen juga memiliki pengetahuan yang memadai tentang bahan yang digunakan untuk mengemas produknya, agar tidak merugikan berbagai pihak terutama konsumennya.