IMG-20170125-WA0001[1]Konsultan pendamping PLUT bidang SDM tingkat wilayah DIY Wahyu Tri Atmojo mengadakan pengenalan model bisnis kanvas kepada mahasiswa PKL dari berbagai kampus ternama di Indonesia yaitu dari UIN Sunan Kalijaga, UNY dan UNS, diruang rapat lantai 2 PLUT-KUMKM, Rabu (25/01/2017), kemarin.

Model bisnis kanvas ini pertama kali dikenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation. Model bisnis ini merupakan salah satu alat bantu sebelum memulai bisnis. Kita juga dapat melihat gambaran utuh serta sangat membantu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis. Selain itu juga memudahkan tujuan bisnis agar segera terwujud.

Acara ini dibuka dengan menampilkan sebuah video tentang sebuah masyarakat nelayan yang hidup didaerah pesisir di Thailand. Nilai moral yang dapat diambil dari video tersebut, bahwa apabila kita memimpikan sesuatu meskipun keterbatasan kemampuan akan tetapi kita bisa memanfaatkan kelebihan yang ada, dan tidak ada yang tidak mungkin apabila kita melakukan bersama-sama selagi kita satu visi dan misi. Kita sadar bahwa setiap orang pasti memiliki kemampuan, dan setelah itu sadar bahwa diatas langit masih ada langit. Jadi tetaplah rendah hati, meskipun begitu kita tetap harus bangga dengan apa yang sudah kita perjuangkan. Meskipun kita bukan pemenang dalam sebuah kompetisi, akan tetapi kita adalah pemenang sesungguhnya dalam proses yang telah dilewati.

Dalam acara tersebut Wahyu menyampaikan bahwa harapannya ketika para mahasiswa menyelesaikan program PKL di PLUT dapat membuka bisnis sendiri dengan mengaplikasikan model bisnis kanvas. Selanjutnya diterangkan bagaimana strategi dalam bisnis kanvas, dimana terdiri dari 9 langkah. Pertama Customer Segments, yaitu memulai bisnis dengan cara menentukan siapa segmentasi pasar yang menjadi target produk kita. Kedua, setelah kita menentukan siapa konsumen kita selanjutnya ada Value Proposition, yakni mencari berbagai alasan mengapa konsumen harus membeli produk kita. Baik itu dari segi produk, harga, cara produksi, pelayanan dan sebagainya.

IMG_20170125_082559[1]

Ketiga, channels tentang bagaimana cara menyampaikan informasi produk. Caranya tersebut bisa dengan cara online, offline maupun hibrid. Keempat Customer Relationship, maksudnya ialah apabila ada konsumen yang pernah membeli produk kita jangan dilupakan begitu saja. Karena cenderung yang terjadi ialah apabila konsumen sudah pernah membeli produk pasti akan kembali membeli. Hal tersebut karena konsumen sudah merasakan hal yang menyenangkan karena telah membeli produk baik itu pelayanannya maupun faktor yang lain.

Selanjutnya ada Revenue Stream, dimana ini merupakan pendapatan turunan dari sebuah usaha. Misalnya ada usaha hijab, kita bisa menjual akesorisnya maupun penitinya sehingga kita dapat pendapatan lain dari usahanya tersebut. Keenam, Key Activities yakni menjaga kegiatan operasional bisnis. Ketujuh ada key resourse, jadi apabila bisnis sudah berjalan pasti ada kendalanya, seperti dari bahan baku, biaya produksi, karyawan dan sebagainya.

Kedelapan, key partnership, hal ini bisa dengan cara dalam berbisnis perlu menjalin mitra dengan tujuan untuk meningkatkan bisnis. Terakhir, cost structure dimana dalam setiap bisnis pastinya ada manajemen keuangan yang mencatat pemasukan dan pengeluaran serta adanya biaya tetap produksi dan pencatatan akuntansi lainnya yang perlu dilaporkan dalam setiap bisnis.

Setelah pengenalan materi, mahasiswa yang hadir diberikan tugas untuk membuat gambaran bisnis secara berkelompok. Konsep yang dibuat sesuai dengan model bisnis kanvas yang telah dipelajari dalam sebuah kertas untuk dipetakan langkah demi langkah. Antusias mahasiswa terlihat ketika mereka mempresentasikan hasil diskusi mereka. Ada yang suka bisnis kuliner hingga fashion, sehingga ketika mereka berkelompok dapat muncul ide untuk membuat cafe yang menjual aneka produk yang mereka rencanakan.

Ide bisnis yang muncul begitu pantas dan layak untuk direalisasikan. Nantinya akan ada tindak lanjut dari gagasan besar tersebut hingga dituangkan dalam sebuah konsep bisnis plan hingga menjadi sebuah proposal bisnis yang pantas untuk dibiayai. Jelas Wahyu ketika mengapresiasi gagasan mahasiswa.

Sagitaria Saputri/Mahasiswa Magang 2017/Ekonomi Syariah/UIN Sunan Kalijaga