penerapan-teknologi-informasiPenerapan teknologi dalam bisnis dicontohkan oleh blue bird. Bagian dari kesuksesan Blue Bird adalah kemampuan menyediakan standar layanan berkualitas tinggi selama bertahun – tahun hingga saat ini. Kesuksesan Blue Bird juga tidak lepas dari peran Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SITI) untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan terhadap konsumen, yang membuat jasa taksi Blue Bird lebih unggul dari yang lain. Blue Bird telah memiliki susunan organisasi yang menyertakan CIO sebagai salah satu pemegang kebijakan strategis di perusahaan. Divisi Teknologi Informasi berada langsung dibawah Vice President Business Development, bersama dengan Divisi Corporate Image, Total Manajement Quality, dan Public Relation.

Dalam hal ini Blue Bird telah sadar bahwa penggunaan sistem dan teknologi informasi merupakan faktor penting dalam pengembangan bisnis perusahaan. Beberapa teknologi yang telah digunakan oleh Blue Bird dan keuntungan yang diperoleh dari implementasi teknologi di perusahana tersebut yaitu :

  1. Sistem Telekomunikasi Radio

Pada awal mula berdiri Blue Bird telah menggunakan Sistem Telekomunikasi Radio dan merupakan armada pertama menggunakan teknologi ini pada setiap taksinya.

  1. SMS Taksi

Salah satu layanan terbaru dari Blue Bird adalah SMS Taksi via SMS ke nomor 1234 untuk melakukan order taksi. Untuk dapat melakukan order, customer terlebih dahulu harus mendaftarkan nomor telepon selulernya melalui SMS atau website Blue Bird Group. Selain itu alamat dimana taksi akan menjemput pelanggan juga harus didaftarkan. Setelah itu baru pelanggan dapat memesan taksinya. Saat ini hanya melayani pelanggan yang memiliki telepon selular dengan menggunakan operator Indosat (seperti Matrix, IM3, dan Mentari) yang bisa memanfaatkan pelayanan ini.

2. GPS dan MDT

Teknologi GPS dan MDT Blue Bird Blue Bird Group merintis penggunaan MDT (Mobile Data Transfer) dan GPS sebagai instrument pelengkap di taksinya. MDT mirip seperti pager, dimana setiap informasi yang terkait dengan pengemudi akan tampil dilayarnya. MDT juga merupakan alat penangkap order dalam radius 3-4 km untuk setiap order yang dilelang via data komputer, sehingga tidak ada istilah lagi pengemudi berebut order atau spekulasi posisi taksi yang terlalu jauh dari tempat jemput konsumen. Dengan alat ini mobil dapat dilacak di manapun keberadaannya. Selain memudahkan para pengemudi, penumpang juga merasa lebih terlindungi jika menggunakan Blue Bird. Sebelum penerapan GPS, response time Blue Bird Group berkisar antara 20-30 menit. Kini, response time berkisar antara 10-15 menit. Hal ini tentu akan meningkatkan produktivitas per unit taksi Blue Bird Group yang kini berjumlah lebih dari 15.000 unit. Data lainnya, tujuh bulan sejak penerapan GPS pada ratusan unit taksi Silver Bird di tahun 2001, jumlah pesanan per hari meningkat dari 1.000 menjadi 2.000, atau naik 100%. Melihat hasilnya yang positif, Blue Bird Group pun kemudian memasang peralatan GPS yang senilai US$800 pada setiap unit taksinya

3. Taksi Voucher

Dengan menggunakan kartu kredit yang telah didaftarkan di website blue bird maka konsumen akan bisa mengunakan fasilitas Taksi Voucher, keuntungan yang akan didapatkan adalah potongan tarif mulai dari 5% hingga 10% dan menghemat waktu yang berharga pada saat keluar dan masuk taksi.

4. ERP (Enterprise Resources Planning)

ERP menurut O’ Leary adalah perangkat lunak yang berkapasitas untuk menjalankan bisnis dengan mengintegrasikan beragam fungsi dan sistem. ERP merupakan sistem yang mengintegrasikan seluruh sistem yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Penerapan ini bertujuan meningkatkan efisiensi, produktivitas, yang pada gilirannya berujung pada peningkatan profit. Dengan ERP Blue Bird dapat memonitor banyak informasi penting secara mudah dan tepat waktu. Data tersebut akan tersedia sesuai dengan informasi yang diperlukan oleh jajaran management untuk membuat keputusan secara cepat. Ini tentu meningkatkan efisiensi perusahaan. Kedepan, Blue Bird Group berencana menerapkan sistem Customer Relationship Management (CRM). Sebab, mereka telah memiliki data yang cukup mengenai para pelanggan setianya.

Proses implementasi SITI di Blue Bird Group dapat berjalan dengan baik karena garis besar cakupan proyek dan indikator kinerja kunci perusahaan sangat jelas. Selain itu dukungan tenaga konsultan profesional yang handal dan terampil juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi SITI di Blue Bird. Atas inovasi SITI yang dapat menigkatkan kinerja perusahaan maka pada tahun 2008 Blue Bird mendapatkan penghargaan

  1. E-Company Award yang diselenggarakan oleh majalah Warta Ekonomi
  2. Indonesia Best Corporate Transformation Award 2012 atas perubahan paradigm perusahaan dengan implementasi SITI
  3. Pada tanggal 20 Maret 2013 mendapatkan penghargaan ‘The Best Innovation Transportation Service App’ dari majalah Gadget+ atas inovasi pada Taxi Mobile Reservation

Referensi :

Endah, A.: ‘Sang Burung Biru’ (Gramedia Pustaka Utama, 2012. 2012)

Maulana, A:’Penerapan ERP Dalam Perusahaan Agribisnis ’, 2012

O’ Leary, D. ’ Enterprise Resource Planning Systems: Systems, Life Cycle, Electronic Commerce, and Risk’, 2000

Kurniawan, S.A., ‘Meningkatkan Efisiensi & Efektifitas Proses Bisnis dengan ERP’, (SDA Asia Magazine, 2005)

Thamura, F., ‘Compiere Smart ERP’ (SDA Asia Magazine, 2005)

www.kaskus.co.id/thread/51107a211cd719b264000003

www.bluebirdgroup.com

www.wartaekonomi.co.id

Ditulis Oleh Weckha Imam Yudhistira, S.T, M.Eng