Pemberdayaan “empowerment” biasa diartikan sebagai upaya untuk memberikan kemampuan  agar harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam keadaan tidak mampu untuk lepas dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan  dapat terangkat. Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai social, yakni bersifat “people-centered, participatory, empowering, and sustainable” yang dimaksud yaitu pemberdayaan yang berpusat atau bertumpu pada manusianya dan memiliki sifat berkelanjutan.

Akhir-akhir ini banyak lembaga baik pemerintahan maupun non pemerintahan yang membuat program atau kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sifatnya “people-centered” berpusat pada manusianya, dengan arti lebih menguatkan SDM (sumber daya manusia) melalui melatih keterampilan dan skill untuk membuat suatu produk yang bisa dipasarkan agar dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Akan tetpai kelemahan dari program tersebut yaitu berada pada “sustainable” keberlanjutan dari kegiatan pemberdayaan tersebut, sehingga masyarakat yang aslinya sudah bisa berkreativitas membuat suatu produk, menjadi muncul rasa malas untuk melanjutkan atau memproduksi praduk tersebut, karena dirasa tidak ada keuntungan dari jeri payah yang mereka hasilkan. Mungkin memang ada beberapa factor atau alasan kenapa keberlanjutan dari program tersebut tidak dilakukan, akan tetapi hal penting atau pelajaran yang dapat diambil dari sini yaitu dapat diketahui bahwa pentingnya keberlanjutan dari program pemberdayaan tersebut. Jika memang basis pemberdayaan tersebut membuat produk, maka masyarakat perlu untuk diarahkan bagaimana dan kemana produk tersebut akan dipasarkan, agar dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat tersebut.

Seperti halnya PLUT Jogja yang berfokus pada pemberdayaan koperasi dan UMKM, memiliki banyak mitra UMKM, dan mitra UMKM tersebut mempunyai banyak variasi produk atau bahkan ada yang belum memiliki produk atau usaha. Mereka diarahkan sesuai dengan kinginan masing-masing, kemudian yang memang sudah mempunyai produk, akan diarahkan bagaimana dan kemanakah arah perasaran yang sesuai dengan produk tersebut dan lebih terlebih lagi diajarkan cara membuat “network” jaringan sebanyak-banyaknya, sehingga kita dengan mudah akan menemukan konsumen itu sendari dari produk kita. Sehingga masyarakat atau mitra UMKM tidak kebingungan dalam hal pemasaran, dari sini dapat dilihat bagaimana manfaat “sutainable” atau keberlanjutan jika dapat dijalankan. Selain itu, para mitra UMKM juga mempunyai kesempatan untuk berkonsultasi kepada pihak PLUT-KUMKM tentang apapun permasalahan yang dihadapi dalam hal berwirausaha. Banyak Mitra UMKM yang merasa terbantu dengan adanya layanan PLUT-KUMKM ini.

Contoh salah satunya yaitu mbak Susi dengan usaha produknya Owner bayam mengungkapkan bahwa Hadirnya PLUT Jogja sangat bermanfaat bagi kami UKM, adanya pelatihan, layanan konsultasi, showroom adalah manfaat yang terlihat. Belum lagi suport para konsultannya, keramahan mereka, ketelatenan mereka membuat hubungan seakan dengan teman sendiri, hal ini bisa membuat kami Tambah Percaya Diri. Dari sini kita dapat mengetahui bagaimana manfaat atau pengaruh PLUT-KUMKM terhadap keberadaan UMKM di Yogyakarta.