Banyak usaha yang berasal dari bidang pertanian atau sektor lain yang mendukungnya (peternakan, perikanan, perkebunan dan lain – lain) istilah ini dikenal dengan nama Agribisnis . Usaha agribisnis dapat meliputi produksi benih dan bahan kimia pertanian, , pakan ternak, alat ,mesin pertanian, pemrosesan bahan pertanian, produksi biofuel sampai wisata pertanian.Dengan kata lain Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya. Contoh yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah dari sektor perikanan contohnya keripik belut , aneka keripik dari produk pertanian seperti bayam, jamur, pisang dan lain – lain . Dalam perkembangan saat ini agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena pemanfaatan produk pertanian juga berkaitan dengan farmasi, teknologi bahan dan penyediaan energi.

Seperti bidang pertanian pada umumnya kendala yang dihadapi oleh jenis usaha ini kersediaan bahan baku serta pasar yang tersedia bagi produk pertanian tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kita perlu mempelajari tentang aspek-aspek yang terkait dengan bahan baku produk yang kita seperti tentang budidaya, teknologi pertanian,penanganan pasca panen dan aspek penunjang lainnya.

 

  • Budidaya Pertanian

Banyak orang mengira budidaya pertanian hanya dapat dilakukan di lahan yang berada di dataran tinggi , pendapat itu kurang tepat karena budidaya tanaman sayuran dapat dilakukan pada lahan di dataran rendah. Beberapa sayuran seperti kubis, kembang kol, jagung manis sudah banyak dibudidayakan di lahan dengan ketinggian 5 sampai 200 meter dpl. Prospek bisnis budidaya sayur di daerah dataran rendah sangat baik seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat akan sayuran sehingga saat ini banyak petani yang beralih untuk membudidayakan sayur dibandingkan menanam padi atau palawija yang persaingan bisnisnya sudah sangat tinggi.

 

  • Teknologi Pertanian

Merupakan pendekatan teknik secara luas dalam bidang pertanian yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatnya oleh manusia, bidang teknik pertanian tetap bertumpu pada bidang ilmu teknik untuk memecahkan berbagai permasalahan di bidang pertanian. Teknik pertanian meliputi alat dan mesin budidaya pertanian, pemeliharaan dan penggunaan alat serta pengembangan alat tersebut sebagai contoh pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka.

 

  • Penanganan Pasca Panen

Adalah tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas berada di tangan konsumen. Tujuan pasca panen adalah agar hasil pertanian tersebut ada dalam kondisi baik dan sesuai untuk dapat segera dikonsumsi atau untuk bahan baku pengolahan. Contoh : untuk biji – bijian seperti jagung setelah pemanenan perlu segera dijemur untuk mengurangi kadar air biji, bila biji kurang kering maka biji akan terserang aflatoksin yang merupakan racun bila digunakan sebagai makanan ternak.

 

 

  • Aspek lainnya

Salah satu hal yang tak kalah penting adalah tata niaga dari komoditas yang dihasilkan, hal tersebut agar usaha yang dikembangkan tidak mengalami kegagalan di kemudian hari.

 

( Dari berbagai sumber )