Mana Pelanggan dan Mana Calon PelangganBanyak wirausaha pemula yang datang ke PLUT KUMKM DIY untuk berkonsultasi tentang usahanya. Salah satunya adalah mereka bingung dalam memasarkan sebuah produk atau jasa. Bagaimana caranya agar produk atau jasa kita bisa dibeli oleh konsumen kita. Inilah kemudian pertanyaan yang muncul dari diri mereka.

Perlu kita sadari bahwa ujung tombak dari sebuah bisnis atau ketika seseorang berwirausaha adalah pemasaran. Pemasaran adalah ujung tombak dari segala upaya untuk mengembangkan usaha. Namun begitu terkadang pemasaran masih dianggap sebelah mata dan kurang diperhatikan oleh para pelaku wirausaha ini.

Sering kali terjadi kesalahan fatal ketika seorang wirausaha pemula tidak mengetahui mana pelanggan dan mana calon pelanggan. Selain itu mengenai istilah pelanggan dan calon pelanggan juga masih tidak diperhatikan. Padahal keduanya adalah berbeda. Dan pastinya untuk mendapatkan itu perlu adanya tindakan yang berbeda.

Ada seorang motivator ternama di Indonesia yang menyampaikan bahwa lebih baik mana, memancing di kolam yang besar yang kita tidak tahu ikannya itu lagi lapar atau tidak, atau kita memancing di kolam kecil tetapi banyak ikan yang kelaparan dalam jumlah yang besar. Bila kita diminta untuk memilih, maka tentunya jawabannya adalah pilihan yang kedua. Kenapa demikian? Karena pastinya jauh lebih mudah bagi kita untuk memancing ikan yang lapar dan banyak dikolam yang kecil.

Dari pertanyaan diatas pastinya kita bisa mempertimbangkan bahwa memancing ikan memiliki kesamaan dengan orang yang menjual sesuatu. Maka dari itu, perlu kiranya untuk mengetahui apa perbedaan pelanggan dan calon pelanggan.

Pengertian pelanggan tentu harus dibedakan dengan pengertian calon pelanggan atau yang sering disebut calon pembeli atau juga pembeli yang kadang-kadang. Pelanggan merupakan seorang pembeli yang sudah rutin membeli suatu barang dan jasa. Sedangkan calon pelanggan merupakan konsumen yang membeli karena hanya ingin mencoba, melihat-lihat suasana atau diajak orang lain.

Bagi seorang wirausaha pemula yang memproduksi barang atau jasa, keberadaan pelanggan adalah sangat penting. Hal ini dikarenakan pelanggan adalah aset penting bagi seorang pengusaha. Dari waktu ke waktu seorang wirausaha pemula harus terus menerus berusaha menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya. Dan semakin banyak pelanggan maka akan berdampak pada kemajuan usahanya.

Maka dari itu penting untuk diperhatikan bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Beberapa hal berikut misalnya:

  1. Memberikan perhatian yang tulus dan sungguh-sungguh terhadap pelanggan.
  2. Memberikan pelayanan yang prima terhadap semua kebutuhan pelanggan.
  3. Menerima dengan baik semua masukan, saran dan bahkan kritikan yang diberikan oleh pelanggan.
  4. Melakukan tindakan untuk menindak lanjuti keluhan pelanggan supaya memberikan kepuasan kepada pelanggan.
  5. Memberikan diskon atau hadiah-hadiah pada hari-hari tertentu.
  6. Fleksiberl dalam kekurangan pembayaran atau menunda waktu pembayaran (berhutang).

Bagi seorang pelaku usaha baik itu produksi maupun jasa perlu juga untuk mengenali macam-macam tipe pelanggan. Hal ini penting karena dengan mengenal tipenya, kita akan lebih mengenal pula sifatnya, ciri-cirinya dan kebiasaan pelanggan tersebut. Dengan demikian, diharapkan perusahaan akan lebih mudah memasarkan produk barang dan jasa yang dihasilkan. Oleh karena itu, kenalilah mana pelanggan dan mana calon pelanggan anda. Kemudian berikanlah tindakan yang nyata supaya calon pelanggan dapat berubah menjadi pelanggan. Dan kemudian perbanyaklah pelanggan anda. Dengan demikian, usaha anda akan semakin maju.

Semoga bermanfaat dan salam sukses (y)