Suatu waktu saya berkesempatan melihat-lihat sebuah event pameran motor. Seperti sudah bisa ditebak para produsen merk-merk ternama tanah air hadir dengan keluaran terbarunya. Tidak hanya bentuk, para produsen motor ini masing-masing mengklaim hadir dengan teknologi baru, lebih hemat bahan bakar dan seabrek keunggulan lainnya.

Baru beberapa langkah menjejakkan kaki, saya terhenti di sebuah venue Y*MAHA. Sungguh saya takjub melihat sebuah motor matic yang cukup besar untuk ukuran matic . saya amati dengan seksama mulai dari roda, lalu pada sisi samping nampak lebih panjang, kalau biasanya naik motor seperti duduk, untuk yang satu ini nampak seperti selonjoran. Kesan garang dan sangar pun langsung melintas dalam pikiran bawah sadar saya, rasanya seperti mengendarai H*rley D*vidson ,imajinasi pun langsung membayangkan memacu kuda besi ini dengan kecepatan tinggi di jalur ringroad selatan yang bahkan traviclight pun tidak bisa menghentikannya. Spedo meter tampak lebih futuristik dan pada bagian ini juga pikiran saya menjadi terusik “kata orang merek ini boros”.

Sejurus kemudian saya melanjutkan ke stand H*NDA. Kali ini mereka hadir dengan perubahan yang cukup revolusioner pada salah satu varian matic mereka. Dari segi besar bodi tidak terlalu jauh berbeda dengan pendahulunya, tapi lekuk bodi terlihat lebih tajam dan futuristik. Jika saya bandingkan dengan kompetitornya secara desain memang kalah, namun dari segi hemat bahan bakar rasanya merek ini belum tergantikan.

Dari cerita ini saya coba mengaitkan produk motor dengan konsep 3 pilar produk yang dipopulerkan oleh Coach Cahyadi J. Sukmono. Pilar yang pertama adalah MANFAAT INTI, hakikatnya fungsi atau manfaat sebuah motor cuma satu, yaitu sebagai alat transportasi. Dalam hal ini kedua produsen motor tersebut telah sama-sama memenuhi manfaat intinya. Lalu pilar yang kedua adalah NILAI LEBIH, keunggulan utama apa yang kita miliki. Ketika membicarakan nilai lebih, kedua produk tersebut menjadi berbeda. Ada yang lebih fokus pada desain yang sporty dan terkesan gagah, ada juga yang konsisten dengan hemat bahan bakarnya. Dan ternyata keduanya memiliki pasarnya masing-masing. Pilar yang ketiga adalah ATRIBUSI, pernah kan lihat di iklan tv kedua produk tersebut menampilkan artis-artis nasional, bahkan salah satu produsen menampilkan juara dunia dalam balap motor. Tujuannya adalah selain untuk menguatkan brand juga untuk menyasar konsumen yang membeli produk tersebut karena artis tersebut menjadi bintang iklannya. Tentu Kamu pernah lihat juga suatu restoran yang menampilkan foto2 artis yang pernah makan di sana. Tau nggak ada banyak konsumen yg memilih makan di restoran tersebut karena si artis pujaan hatinya pernah makan di situ.

Nah mulai saat ini, ayo susun kembali pilar produk Kamu. Kalau Kamu belum menemukan MANFAAT INTI pada produk kamu, maka segeralah gali dan temukan. Lalu berikan NILAI LEBIH, semakin banyak nilai lebih yang Kamu berikan maka peluang konsumen untuk membeli produk Kamu akan semakin tinggi. Yang terakhir berikan ATRIBUSI, jangan segan untuk meng-screenshot komentar-komentar positif  konsumen terhadap produk Kamu, lalu upload di website atau medsos Kamu.

Okey, selamat membangun kembali PILAR PRODUK Kamu…