Saya pernah mendengar sebuah anggapan yang menyatakan bahwa besarnya penghasilan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan kekayaannya. Misalnya begini, seseorang yang berpenghasilan belasan juta per bulan bisa saja kehidupan keuangannya lebih susah daripada seseorang yang berpenghasilan di bawah 5 juta per bulan.

Keadaan ini lebih disebkan oleh pola mengatur keuangan. Berapapun besarnya penghasilan, sepanjangan pengeluaran lebih tinggi ketimbang pemasukan berarti memiliki cash flow negative yang pada akhirnya akan menggerus kekayaan. Sebaliknya, ketika Anda memiliki penghasilan kecil, sepanjang pengeluaran lebih rendah berarti Anda memiliki cash flow positif dan bisa dipergunakan untuk meningkatkan kekayaan.

Jadi, dapat kita simpulkan dari gambaran di atas adalah bahwa kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari besarnya penghasilan melainkan lebih bergantung pada karakter pengelolaan penghasilan.

Ada istilah yang mungkin sering Anda dengar yakni Must Have vs nice to have. Silahkan Anda renungkan, dari sekian banyak barang-barang yang Anda miliki apakah hanya sekedar nice to have? Lalu kemudian Anda bisa renungkan kembali, dari sekian banyak barang-barang tersebut yang mana yang bisa menghasilkan uang kembali?

Ketika Anda sudah menyadari bahwa barang-barang yang Anda miliki sebagian besar adalah ‘nice to have’ maka kemudian Anda mulai mengatur pola keuangan dengan memotong kira-kira setengahnya saja lalu mengalihkan ke hal lain yang lebih produktif maka akan sangat banyak tabungan yang Anda akan peroleh.

Selamat mencoba!