Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan CSR atau PKBL di DIY Yogyakarta. Hari selasa tanggal 7 Juli 2015, bertempat di Gedung Balai PMD Disperindakop DIY diadakan koordinasi dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan CSR atau PKBL oleh BUMN, BUMD dan juga swasta.

Hadir dalam koordinasi kali ini dari Kementrian Koperasi dan UMKM dari Deputi Restrukturisasi, Disperindakop DIY, dan PLUT KUMKM DIY. Selain itu datang juga dari pihak BUMN, BUMS dan Swasta yang terdiri dari Bank BNI, Bank Mandiri, Pertamina, PLN, Telkom, Angkasa Pura, PT Maisindo, PT Mataram Tunggal Garmen, PT Mirota KSM, PT PNM, PT Sari Husda, PT Primissima,dll. Selain itu juga hadir dari berbagai asosiasi para pengusaha, seperti Apikri, Aspika, Asepi, Iwapi, dll.IMG-20150709-WA0009

Disampaikan dari Kementrian Koperasi dan UKM bahwa setiap lembaga baik itu BUMN, BUMD, maupun swasta masing-masing memiliki kewajiban untuk memberikan CSR atau PKBL yang diperuntukkan bagi usaha mikro dan kecil.

Dari Disperindakop Provinsi D.I. Yogyakarta disampaikan bahwa saat ini telah banyak UKM yang merasakan program CSR ataupun PKBL. Saat ini di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah dijalankan program CSR atau PKBL yang telah diterima dan dirasakan manfaatnya oleh para pengusaha mikro dan kecil. Disampaikan oleh Kepala Disperindakop provinsi D.I. Yogyakarta Bapak Budi bahwa sudah banyak pengusaha mikro dan kecil yang telah menerima manfaat dari program CSR ataupun PKBL. Namun begitu, di D.I. Yogyakarta masih ada beberapa pengusaha mikro dan kecil yang masih mengartikan bahwa dana CSR atau PKBL adalah dana sosial, sehingga tidak mengembalikan uang yang telah diberikan. Selain itu CSR atau PKBL yang telah berjalan di Provinsi D.I. Yogyakarta masih tergolong rendah. Selain itu kebanyakan baru bersumber dari pelaku BUMN dan BUMD saja yang telah melakukan program itu.

PT Primissima dari Sleman yang diwakili oleh Ishak Nurkoyin menyampaikan laporan bahwa saat ini mereka telah menyalurkan 400 juta dari anggaran 700 juta untuk penyaluran dana CSR dan PKBL. Perusahaan patungan antara pemerintah RI dengan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) ini melakukan penyaluran kepada UKM di D.I. Yogyakarta.

Bank BNI melaporkan bahwa mereka telah menyalurkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk masyarakat di D.I. Yogyakarta. Disampaikan bahwa informasi saat ini Bank BNI telah menyalurkan 2,58 Milyar dan sekarang telah melayani 117 debitur di tahun 2015 dengan plafon 5 s.d 50 juta per UKM. Selain itu juga disampaikan bahwa mulai bulan November 2009, Bank BNI melalui Koperasi Catur Manunggal telah memulai membangun Kampoeng BNI Imogiri yang terletak di kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Dari asosiasi yang datang diantaranya Apikri, Iwapi, Asepi, dan Aspika menyambut baik terselenggaranya kegiatan koordinasi pelaksanaan CSR dan PKBL ini. Disampaikan oleh Bapak Amir Syamsuri dari Apikri menyatakan bahwa anggota Apikri telah banyak yang menerima program PKBL dan mereka merasa sangat terbantu. Disampaikan juga dari Asepi menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias dan berharap supaya kedepan Asepi mendapatkan akses informasi CSR. Mereka juga berharap nantinya akan ada follow up dari kegiatan koordinasi ini.