Yogyakarta – PLUT-KUMKM DI Yogyakarta sukses melaksanakan implementasi C-BED (Community Based Enterprise Development) bagi pengurus kelompok usaha. Implementasi C-BED dihadiri oleh 30 orang dari perwakilan 15 kelompok usaha, paguyuban, dan sentra usaha. Setiap kelompok diwakili oleh dua orang yang masing-masing pengurus kelompok.

Implementasi C-BED yang berlangsung di gedung PLUT-KUMKM DI Yogyakarta jln HOS Cokroaminoto kali ini di fasilitasi langsung oleh tim yang tempo hari belajar C-BED langsung dari perwakilan ILO di Solo. Dipimping oleh Dhimas Sapto, implementasi C-BED dimulai dengan menjelaskan pengertian C-BED dan bagaimana cara menggunakannya di kelompok usaha. Peserta juga dikali teknik dasar fasilitasi pada kelompok usaha. Di ahir, peserta diarahkan untuk mengisi salah satu modul C-BED, small business owner atau modul pemilik usaha kecil.

Dibawakan dengan santai, mengadopsi prinsip belajar orang dewasa, implementasi C-BED berlangsung dengan gaduh riuh diskusi antar peserta juga dengan tim pemandu. Ketertarikan peserta juga terlihat dari beberapa rencana tindak lanjut (RTL) yang akan mereka kerjakan.

RTL dalam jangka dekat adalah membentuk forum komunikasi antar peserta implementasi C-BED melalui media whatapps dengan cara membuat grup. Selain itu, peserta akan meninjau ulang apa yang telah dikerjakan hari ini sehingga benar-benar bisa diaplikasikan guna pengembangan usaha.

Di sisi lain, pengurus kelompok sangat tertarik mengimplementasikan C-BED bagi anggota kelompok usahanya. hal itu tercermin dari target selama tiga bulan ke depan, setiap kelompok akan mengimplementasikan C-BED minimal satu kali.

“Hal ini memang sengaja kami pancing agar setiap kelompok nantinya bisa menjalankan implementasi C-BED bagi anggota kelompok lainnya. Harapannya, dengan seperti ini virus C-BED akan cepat tersebarluaskan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil sehingga tidak perlu lagi menunggu adanya suport kegiatan dari negara”, tutur Yuli Afriyandi pimpro implementasi C-BED kali ini.

Sesuai dengan ruh yang dibawa C-BED yang trainerles, training yang tanpa menggunakan trainers. Dengan seperti itu, pelaksanaan C-BED tidak lagi membutuhkan suport anggaran yang terlalu besar. Dari segi dampak, dengan metode C-BED kita mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi.