Hari itu adalah hari yang hebat, saya bilang hari hebat karena saya bertemu dengan orang-orang yang saya kagumi. Saya adalah bagian dari enam orang yang terbentuk dalam kelompok Praktik pengembangan masyarakat (PPM) atau secara umum biasa dikenal dengan sebutan PKL (Praktik kerja lapangan) yang sedang magang atau belajar di lembaga PLUT-KUMKM. Waktu itu saya bersama tim PPM yang pada saat jalannya acara Meifex mendapat bagian tugas mengatur jalannya kegiatan dengan tema “Kamis Menulis” yang di speakeri oleh salah satu penulis hebat dari BERNAS-Jogja. Bernas adalah salah satu media cetak koran yang ternama di Yogyakarta.

Saat itu, saya dan teman sedang duduk-duduk, bersantai sejenak sambil menunggu persiapan acara dimulai. Saya lihat bersama teman-teman ada dua orang berjalan menuju arah kita layaknya sudah sangat akrab. Orang tersebut adalah Mas Berkah, salah satu dari panitia yang sangat berperan di acara tersebut. Dan yang satunya memang saya awalnya tak kenal sama sekali, namun kemudian dikenalkan oleh Mas Berkah, “Ini namanya Mas Kunto, jurnalis dari bernas, tolong didampingi ya”.

 

Ketika berjalanya acara, saya berfikir apa hubungan antara menulis dan bisnis UMKM? Ternyata ketika beliau menjelaskan bagaimana pengaruh budaya menulis terhadap kemajuan bisnis, waaah hal itu sangat menakjubkan. Beliau mengatakan langkah awal yaitu “manfaatkanlah apa yang kita genggam” mulai dari status facebook, dan ketika menulispun tidak sembarang hanya menulis kualitas, manfaat, harga, diskon dan lain sebagainya. Akan tetapi cobalah ceritakan dengan imaginasimu, seperti yang dicontohkan oleh Bang Tom salah satu kawan dari Mas Kunto, beliau sangat unik, kenapa di bilang unik, karena Bang tom memiliki bisnis kedai, dengan nama “kedai bang tom” yang ramai sekali. Akan tetapi beliau tetap saja sanggup untuk berjualan nasi kuning.

Point yang sangat penting disini adalah bagaimana cara beliau mempromosikan produk yang beliau ciptakan. Bang Tom pun menceritakan begitu pentingnya menulis, melalui menulis Bang Tom dapat menceritakan filosofi dari sebuah nasi kuning, bagaimana orang jawa jaman dahulu sangat mengistimewakan nasi kuning. Sehingga ketika konsumen membaca tulisan tersebut maka secara tidak langsung akan ada keinginan utuk membeli dan mencicipi nasi kuning tersebut, selain itu ketika disantab atau dimakan maka seseorang yang setelah membaca fiosofi dari nasi kuning tersebut akan lebih merasakan bagaimana nikmatnya, karena secara tidak langsung konsumen akan merasa bangga sudah memakan nasi yang memiliki nilai filosofi yang istimewa.

Begitulah salah satu trik bagaimana cara kita memasarkan produk kita, sehingga, orang tidak hanya merasakan kenikmatan dari segi fisiknya saja. Dan kalau memeng bisa jangan hanya facebook saja sebagai ajang promosi akan tetapi media sosial atau media cetak yang lain juga dapat kita manfaatkan.

 

Penulis: Ahmad Taufiqurrohman, Tim PPM UIN Sunan Kalijaga

Editor : Wahyu Tri Atmojo, Konsultan Pendamping PLUT KUMKM DIY