Indonesia Business Consultant Federation (IBCF) mengadakan pelatihan dasar Bisnis Konsultan Bisnis (BKB) bath 6 di Hotel Dafam Fortuna, Yogyakarta, selama dua hari, Rabu (01/02) sampai Kamis (02/02) kemarin. Kegiatan tersebut membangun kemitraan dengan Forbiz Indonesia, Sekolah Ekonomi Desa (SED), dan BDS Indonesia. Pelatihan tersebut dihadiri oleh peserta pelaku konsultan bisnis dari berbagai daerah di Indonesia.

IMG-20170202-WA0004

Cahyadi Joko Sukmono selaku coach mengatakan bahwa pelatihan BKB ini telah diselenggarakan dalam enam angkatan selama kurun waktu 2016-2017 ini akan tetap diselenggarakan di waktu dan kota lain untuk membuat kekuatan baru yaitu konsultan bisnis profesional. Keuntungan dari pelatihan ini bahwa para alumni BKB akan mendapatkan penawaran spesial sebagai anggota IBCF (Indonesia Business Consultan Federation) yang merupakan penghimpunan konsultan bisnis profesional yang pertama kalinya didirikan di Indonesia. Dan berkat kerjasama dengan mitra, maka pelatihan yang semestinya berbiaya mahal ini dapat diselenggarakan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Pada hari pertama Rabu (01/02), materi yang diberikan oleh coach Cahyadi dimulai dari pembukaan dan model pendampingan bisnis dan bisnis konsultan bisnis yang membahas tentang mentor, coach, consultant, dan trainer. Model pendampingan ini, Setelah materi tersebut diselingi dengan coffeebreak, selanjutnya pembahasan mengenai DNA konsultan bisnis. Materi setelah istirahat siang membahas mengenai desain produk layanan. Selanjutnya materi administrasi layanan jasa konsultan 1, yang membahas mengenai term of service. Diakhiri dengan materi adinistraasi layanan jasa konsultan 2 tentang bagaimana membuat proposal layanan.

Pelatihan bagi konsultan bisnis tersebut begitu penting karena tujuan dari pelatihan ini untuk menjadikan para konsultan bisnis mampu naik kelas, jadi bukan hanya UMKM saja. Untuk itu penting sekali adanya pelatihan tersebut untuk menunjang kemampuan para konsultan bisnis dalam mendampingi dan mengarahkan para UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

IMG-20170201-WA0006

Sementara itu, coach ke-2 Dewi Hadhi menjelaskan bahwa ketika kita sudah mendapatkan ilmu, sebaik apapun ilmu apabila tidak disampaikan baik kepada orang lain maka akan dapat menimbulkan persepsi salah. Untuk itu penting sekali kemampuan publik speaking. Imam Syafi’i, coach ke-2 yang merupakan salah satu konsultan dari PLUT-KUMKM DIY (CIS DIY), menambahkan bahwa pelatihan konsultan bisnis ini bukan hanya sekedar teori yang didapatkan akan tetapi harus diimplementasikan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diminta agar bisa mengkonsep perusahaan jasa konsultan bisnis sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi pendukung mereka. Konsep tersebut dituang dalam sebuah kertas dan ditempel dengan flip chart, dan dibuatlah mindmap rencana jasa konsultan bisnis. Selain itu, sebelum nantinya mereka terjun langsung menjadi konsultan bisnis maka peserta dilatih agar membuat rancangan modul materi dituangkan point besarnya saja.

IMG-20170202-WA0008

Sementara itu, menurut Ferdiansyah selaku peserta BKB dari Samarinda sebagai direktur di Klinik Bisnis KUMKM dan konsultan Indonesia menyatakan bahwa pelatihan bisnis konsultan bisnis menjadi syarat agar para konsultan bisnis ini memiliki skill yang mumpuni agar nantinya siap menjadi pendamping UMKM yang membutuhkan arahan untuk dapat mengembangkan bisnis mereka.

Kegiatan ini ditutup dengan acara dinner yang diisi dengan bincang-bincang santai dengan para alumni BKB dari bath 1 sampai dengan bath 5. Salah satu alumni bath 4 yang hadir adalah Anis Nugraha, dalam acara dinner tersebut disampaikan bahwa rencana strategis ekonomi Indonesia dibuat seperti dongeng di negara ini, secara skenario bisnis di Indonesia terancam karena sebagian pertanian pun yang menguasai adalah asing. Rencana strategis dibentuk dan merupakan pondasi, dimana pondasi dalam suatu bangunan ialah didalam tanah dan artinya pondasi dalam sebuah rencana strategis ini tidak begitu populer atau kelihatan. sehingga apabila diselesaikan dengan trik kacamata kuda maka tidak bisa. Untuk itu marilah dipikirkan bersama-sama untuk majunya Indonesia, Kamis (02/02) kemarin.

IMG-20170202-WA0006

Kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu contoh dari teori Butterfly Effect, yang mana dari pelatihan ini yang hanya diikuti oleh orang minoritas nantinya akan memberikan dampak positif yang tidak kita duga sebelunya. Harapannya dengan pelatihan selanjutnya konsepnya lebih baik lagi, peserta praktek langsung dan tetap dengan 20 peserta agar kelas tetap kondusif dan ilmu yang ditransfer dapat terserap dengan baik oleh peserta.

Sagitaria Saputri/Mahasiswa Magang 2017/Ekonomi Syariah/UIN Sunan Kalijaga