Yogyakarta (25/10/04) Keresahan petani cabe disaat panen raya adalah rendahnya harga penjualan cabe di pasaran. Keresahan ini terbukti di desa Srimartani, Piyungan, Bantul pada saat panen pada akhir bulan Juni 2014 harga cabe keriting kisaran Rp. 3500,-/kg sementara petani mulai panen. Harapan petani cabe menjelang Idul Fitri harga cabe naik, harapan itu pupus sampai menjelang Idul Adha hargapun hanya mengalami kenaikan tidak begitu baik.

Melihat kondisi petani cabe yang demikian Rumpin “Pijoengan” terpanggil untuk kerjasama dengan seorang pengepul di Klaten agar bersedia membeli cabe petani. Harapan petanipun mulai terobati dengan adanya pengumpulan cabe dan hasil panen cabenya bisa dijual meskipun harganya yang kurang baik.

Untuk menjawab tantangan tersebut di atas maka sebagai bentuk kerjasama antara Sentra Diklat Rumpin “Pijoengan” dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Yogyakarta peduli terhadap petani cabe dengan menyelenggarakan pelatihan pengeringan cabe pada hari Kamis, 9 Oktober 2014, jam 08.00 – 12.00 WIB dengan peserta 25 orang petani cabe dari desa Srimartani. Adapun tujuan dari pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengolahan cabe kepada petani untuk menciptakan alternatif lain dalam pengolahan cabe sehingga harga jualnya lebih kompetitif dan tidak tergantung dengan pasar ungkap Yuli Afriyandi ketua Konsultan dari PLUT.

Pelatihan langsung dipandu dari konsultan PLUT dengan menyampaikan presentasi teori pengeringan cabe, pembuatan bubuk cabe, dan pembuatan abon cabe. Setelah teori langsung mempraktekkan. Dalam praktek peserta sangat antusias dan berharap untuk mengembangkannya.

Tindak lanjut dari pelatihan peserta untuk mempraktekkan hasil pelatihan di rumahya masing-masing dan hasilnya dikumpulkan di Rumah Pintar “Pijoengan” untuk di pecking dan dikirimkan ke PLUT untuk mengevaluasi hasil peserta. Kominmen PLUT terhadap peserta pelatihan akan mendampingi dari kegiatan produksi sampai dengan pemasaran.