Mengapa konsultan bisnis dibutuhkan?. Ini adalah pertanyaan provokatif untuk mengawali tulisan ini. Dan tulisan ini sebetulnya berangkat dari kegelisahan salah satu teman yang ‘minder’ untuk memberikan konsultasi kepada mitranya. Rasa minder yang sejatinya harus kita buang jauh-jauh.

Sebagai seorang konsultan bisnis, kita adalah mitra atau bisa dikatakan teman curhat bagi mitra yg kita dampingi. Untuk itu, hal pertama yang kita wajib lakukan adalah membangun kepercayaan antara anda dan mitra.

Lalu pertanyannya, bagaimana membangun kepercayaan itu? Apa lagi jika kemudian mitra kita langsung mempertanyakan kapasitas yang kita miliki? Tentu ini adalah serangan mematikan ya?

Ya, jika Anda pada posisi ini, bersikaplah optimis jika Anda akan mampu membawa mitra kepada goal yang Ia harapkan. Nah, pada step ini Anda akan mulai memprovokasi alam bawah sadarnya. Mulailah memberikan inspirasi dalam rangka mengangkat dan memaksimalkan diri dan potensi professional mereka. Jika langkah ini berhasil, maka Anda akan mulai mendapat kepercayaan.

Selanjutnya, anda mulai mendiskusikan kode etik dan membuat perjanjian. Apa yang ia inginkan (goal) dan apa yang harus ia lakukan. Pada langkah ini Anda harus betul-betul meyakinkan bahwa hasil dari pertemuan ini tidak menjadi ‘buih’ dan mitra kita harus berkomitmen untuk melakukannya. Untuk itu, kemampuan kita dalam menggiring mitra menemukan sendiri masalahnya serta mengajak mencari solusi dari permasalahannya sangat ditentukan dari pertanyanyan-pertanyaan yang kita berikan.imagesss

Pertanyaan / komunikasi yang efektif bisa dilihat dari respon yang diberikan oleh mitra Anda. Olehkarena itu langkah awal yang perlu Anda juga fahami adalah membangun suasana hati mitra Anda untuk mau terbuka dan mau menerima sehingga tercipta sebuah keadaan penerimaan (dua arah), bukan karena kebutuhan atau keterpaksaan (satu arah). Sebetulnya keadaan ini harus sudah dimulai dari 3 s.d 5 menit sejak awal mula kontak.

Ada hal penting juga yang harus kita perhatikan seperti mendengar aktif. Hal ini sangat penting dalam proses konsultasi, karena fokus kita adalah agenda yang dimiliki oleh mitra dan kita akan menemukan jalan akhir dari proses ini. Seyogyanya look, listen and feel adalah tiga hal penting dalam proses mendengar. Namun, sekali-kali kita boleh melakukan klarifikasi untuk mendapatkan informasi lengkap agar tidak terjadi mis-komunikasi dan mis-informasi. Ingat, kita boleh mengklarifikasi untuk menemukan informasi utuh, dan harus menghindari berstatemen apalagi menghakimi. Buat mitra bicara lebih banyak daripada Anda.

Sekali lagi, proses penting dalam memberikan konsultasi ini adalah terletak pada kualitas pertanyaan Anda. Kualitas jawaban tergantung kualitas pertanyaan Anda. Ini kuncinya.

So, dari gambaran kegiatan konsultasi di atas apakah kita sudah merasa bahwa konsultan bisnis itu adalah pekerjaan penting? Jika ya, maka tentu Anda akan semakin lebih percaya diri lagi. Anda akan menemukan kepuasan batin jika mitra anda minimal mengerti dengan persoalan yang Ia hadapi dan selanjutnya akan lebih puas lagi jika terjadi perubahan dari beberapa pertemuan yang Anda lakukan.

Olehkarena itu, mulai detik ini katakan pada diri Anda, bahwa Anda adalah konsultan yang dibutuhkan bagi mitra-mitra Anda. Anda adalah teman yang baik bagi mitra Anda untuk sama-sama menemukan persoalan dan sama-sama menemukan solusi dari persoalan itu.