Gunung Kidul (17-07-2014)- Gunung Kidul merupakan salah satu dataran tinggi di DI Yogyakarta yang bisa dikatakan merupakan daerah tandus. Kondisi yang daerah yang agak tandus mengakibatkan tanaman yang dapat tumbuh dapat digolongkan tanaman-tanaman pepohonan, salah satunya adalah tanam Mete. Banyak tanaman mete yang ditanam di sekitar pekarangan rumah. Selain di pekarangan rumah, tanaman mete juga ditanam sistem tumpang sari di kebum masyarakat.

Gunung Kidul termasuk pengahsil kacang mete terbesar di jawa. Saat musim panen, potensi hasil kacang mete sampai ratusan ton. Namun kondisi saat ini, setiap musim panen, penyerapan kacang mete mentah oleh perajin kacang mete sangat kecil. Sebagian besar kacang mete banyak terserap ke luar daerah, salah satunya ke Wonogiri.

PLUT-KUMKM DIY peserta Akses Pembiayaan

Penyerapan kacang mete yang kecil, menyebabkan perajin kacang mete tidak bisa berproduksi maksimal. Pola usaha pengolahan kacang mete bisa dijabarkan sebagai berikut, kacang mete dalam satu tahun panen satu kali. Dalam waktu panen, perajin pengolahan kacang mete hanya berproses pengumpulan bahan baku kacang mete mentah, penyerapan besar-besaran bahan baku kacang mentah akan sangat baik. Pada tahap ke dua, setelah penyerapan bahan baku, proses produksi baru dilakukan setelah itu selama satu tahun sampai musim panen lagi.

Kondisi penyerapan bahan baku kacang mete yang rendah di perajin mengakibatkan perajin kacang mete mengalami kendala bahan baku. Belum sampai musim panen berikutnya, bahan baku kacang mete sudah habis. Pada waktu-waktu tertentu, semisal lebaran, permintaan kacang mete sangat tinggi, namun bahan baku kacang mete sudah tidak ada.

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta mengadakan bimbingan teknis akses pembiayaan di salah satu kelompok usaha pengolahan kacang mete KUB Dadi Mulyo dusung Banjar Dowo, desa Gendeang Rejo, kec Karang Mojo, kab. Gunung Kidul. Kebutuhan penyerapan bahan baku yang cukup besar menyebabkan pemenuhan permodalan juga cukup besar sehingga dibutuhkan akses pembiayaan yang tepat. Pola usaha pengolahan kacang mete yang menuntut penyerapan bahan baku kacang mete di awal, pola permodalan yang dibutuhkan perajin berpola pinjaman tetap, pinjaman dalam waktu tertentu hanya membayar jasa bank saja sampai waktu jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo pokok pinjaman baru dilunasi.

Melihat pola pendanaan yang diinginkan perajin, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta menggandeng bank CNB dan BRI guna memberikan sosialisasi akses pembiayaan yang seperti diinginkan perajin. Dengan kegiatan ini diharapkan perajin mendapatkan solusi permodalan seperti sekema yang diinginkan. Karena memang tidak banyak sekema pembiayaan dari perbankan yang punya pola hanya bayar jasa pinjamanbdalam waktu tertentu.