Dunia bisnis sering menjadi momok yang menarik untuk diperbincangkan, dan strategi bisnis yang handal adalah hal yang sering di perhatikan para pebisnis. Dalam berbisnis terkadang kita menemukan saat dimana barang yang diperdagangkan begitu laku dipasaran dan terkadang menurun dengan sendiri tanpa keinginan kita.

Salah satu indikiator bisnis yang sering kita lihat di media sosial salah satunya adalah perusahaan yang mengalami penurunan anggaran dan anjloknya penjualan produksi barang. Anjloknya sebuah perusahaan atau bisnis tidak hanya terjadi hanya pada pebisnis kecil saja melainkan perusahaan besar juga bisa mengalami kemunduran atau bangkrut.

Bisa diambil contoh seperti perusahaan Capcom perusahaan game dan film yang besar terkenal diberbagai pelososk dunia, sahamnya anjlok setelah merilis Resident Evil ke 7, dan Marvel comics perusahaan dari Amerika yang mempunyai sekitar 831 karakter komik mengalami kebangkrutan pada tahun 1996, setelah dinyatakan menjadi perusahaan yang bangkrut pada tahun 1997 perusahaan tersebut melakukan diversifikasi dan revitalisasi perusahaan, pada tahun 2001 mengenalkan produk baru dengan inovasi terbaru. Dengan berbagai tokoh superhero yang sudah sangat kita kenal seperti Spider-man, Hulk, dan X-men.

swot-analysisPada intinya dunia bisnis memang ada masa yang terkadang memang harus dilewati walaupun kita sendiri tidak mau melewatinya yaitu kebangkrutan, dengan adanya perisitiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran untuk antisipasi selanjunya dan mengetahui tindak yang harus diakukan. Tata cara mengantisipasi kebangkrutan tersebut kita juga tidak boleh meninggalkan intuisi kita dalam berbisnis kita, seperti kita tidak boleh puas dengan hasil yang maksimal melainkan harus meningkatkan lebih lagi apa yang telah kita hasilkan. Seperti ketika kita sedang berdagang kita merasa bahwa bisnis yang kita jalani mengalami kenaikan yang signifikan, kita tidak boleh langsung puas begitu saja melainkan kita harus tahu apakah barang yang terjual adalah brang kita atau titipan, dan itu merupakan bagi setiap pengusaha untuk lebih teliti dalam menjual barang yang diperjual belikan.

Selain contoh dari perusahaan besar yang bangkrut ada juga pengusaha Indonesia yang sekarang usahanya sudah mengembang pesat. Eko Kusnurhadi mengawali bisninya yaitu bisnis jual beli online dan offline dengan modal yang begitu kecil yaitu 860 ribu, sebesar 550 untuk membeli baju anak-anak dan sisanya untuk biaya operasional untuk bisnis tersebut. Bisnis itu dimulai ketika beliau lulus D3, setelah beliau bekerja di sebuah pabrik, mulai dari tahun 2004-2008 dan sekarang bisnisnya telah mengembang pesat dengan nama DeltaGrosir.com yang merupakan pusat grosir baju yang murah. Beliau juga sudah bisa menjual berbagi macam baju dan bisa memproduksi baju sendiri dengan jasa makloon.

Jadi pada intinya dalam melakukakn kegiatan bisnis memang sering kita jumpai peristiwa yang tidak kita inginkan dan hal yang harus kita lakukan tidak menyerah begitu saja melainkan harus merevitalisasi bisnis yang kita lakukan dengan melakukan pemeriksaan, tentang apa yang harus diperbaiki, entah itu kualitas produk, manajemen, atau pemasarannya.

Menurut Bapak Iskandar bapak motivator entrepreneur hal-hal yang harus diperhatikan dalam berbisnis adalah:

  1. Gairah terhadap bisnis, jadi bisnis apa yang kamu minati.
  2. Riset Pasar, yaitu menentukan pangsa dan jumlah produk yang harus diproduksi, yang bisa menarik hati semua kalangan atau kalangan tertentu sesuai target.
  3. Analisis produk, yaitu mencari pemasok produksi baarang yang benar bisa dipercaya.
  4. Berhubungan dan melayani, perlakukan konsumen seperti raja dengan pelayanan yang membuat konsumen merasa nyaman, dan puas terhadap pelayanan anda.
  5. Explore Do More, jangan terbatas kepada apa yang telah anda capai tapi lebih dari itu, dengan kata lain anda jangan puas pada hasil yang telah anda peroleh pada hari ini melainkan harus lebih memperbaikinya seupaya bisnis anda lebih berkembang pada ahri selanjutya.
  6. Mulai dari yang kecil, dan setelah itu sempurnakan dengan ide baru (inovasi) tanpa ragu.

Bagi pebisnis pemula untuk melakukan sebuah bisnis adalah hal yang menegangkan antara iya dan tidak, maka untuk lebih memprmudah guna berjaga-jaga untuk produksi anda maka analisis yang digunakan dan yang paling sederhana adalah analisis SWOT (Strange, Weakness, Opportunity, dan Threats):

  1. Strange, adalah untuk menganalisis atau mengetahui seberapa kuat bisnis anda dan pengaruh anda dipasar. Dengan meninjau pasar terlebih dahulu melihat pesaing-pesaing dipasar apakah mungkin untuk memulai bisnis anda dilokasi tersebut dengan keadaan anda.
  2. Weakness, adalah kondisi lemah dari suatu bisnis, dengan mengetahui kelemahan anda maka anda tahu harus bagaimana anda menempatkan bisnis anda, meperbaikinya atau membiarkannya seperti itu.
  3. Opportunity, Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu perusahaan atau pebisnis dan memberikan peluang berkembang bagi perusahaan dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan atau bisnis bisa berkembang di masa depan atau masa yang akan datang.

  4. Threat, yaitu analisis dengan melihat ancaman yang ada apakah jika akan melanjutkan bisnis didaerah tertentu akan menyebabkan ancaman yang menyebabkan usaha anda bangkrut. Dan tentunya anda akan lebih berhati-hati dalam berbisnis dalam melihat peluang yang ada.

Referensi :

  • http://www.iskandarst.com/mimpi-besar-mulai-dari-yang-kecil/
  • http://www.iskandarst.com/6-tips-u
  • http://bukausaha.com/artikel-kisah-pengusaha-kecil-yang-sukses-1732
  • http://kampungwirausaha.com/terbukti-inilah-cara-mudah-melatih-intuisi-bisnis-anda/
  • http://www.iskandarst.com/6-tips-untuk-memulai-bisnis-anda-sendiri/
  • http://www.iskandarst.com/percaya-akan-mimpi-bisnis-anda/
  • http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-analisis-swot-dan-manfaatnya.html
  • https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=kebangkrutan+capcom

Penulis: Achmad Muchassin/Mahasiswa Magang 2017/Ekonomi Syariah/UIN Sunan Kalijaga