Manajemen Kas Untuk UMKM

(Seri: Melek Keuangan #4)

Hal yang menjengkelkan ketika order sedang menumpuk namun kita tidak mempunyai kemampuan untuk produksi. Akhirnya, terkadang kita mencari cara instant dengan mencari dana segar, dan buruknya lagi dana segar tersebut di dapat dari rentenir.

Ya, fenomena di atas sangat sering terjadi khususnya di kalangan pelaku usaha mikro kecil. Dan ini banyak disebabkan oleh ketidakpastian kondisi usaha di masa depan. Hal ini tentu saja tidak hanya menghambat kegiatan produksi, bahkan dapat menjerumuskan kejurang kebangkrutan.

Ketidaktersediaan kas yang cukup dikarenakan Anda belum menerapkan manajemen kas yang baik. Karena itu, pengelolaan kas merupakan fungsi keuangan yang vital dan mendasar dalam sebuah usaha.

Nah bagaimana caranya agar Anda dapat mengelola kas dengan baik?

Pertama Anda harus memahami bahwa ketersediaan kas adalah agar Anda dapat membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Tentu Anda sudah mempunya daftar biaya rutin yang Anda harus keluarkan setiap harinya dan tentunya sedikit persediaan dari kemungkinan munculnya biaya-biaya tidak terduga.

Kedua, Anda harus memahami bahwa ketersediaan kas adalah sebagai motif berjaga-jaga. Nah ini mirip dengan hal yang pertama yakni terkait persediaan untuk biaya tidak terduga. Dana ini tentunya untuk kejadian yang kita tidak tahu kapan akan digunakan. Biasanya untuk kejadian seperti kebakaran, atau barang yang rusak karena suatu hal.

Ketiga adalah Anda harus memahami bahwa ketersediaan kas untuk motif spekulatif. Maksudnya adalah ketika suatu waktu anda berkesempatan untuk menaikkan produksi pada moment tertentu untuk mengejar keuntungan lebih, maka anda dapat menggunakan kas tersebut.

Dari tiga hal tersebut Anda juga harus memahami bahwa kas merupakan aktiva yang tidak produktif. Maksudnya adalah semakin tinggi nilai ketersediaan kas maka kemungkinan akan menurunkan nilai produktifitas. Dana yang menganggur tentu tidak menguntungkan bukan? Olehkarenanya tujuan manajemen kas hanya meliputi dua hal yakni; kemampuan Anda memenuhi kewajiban jangka pendek dan untuk membiayai pengeluaran yang dimungkinkan mendapat hasil yang lebih besar.

Olehkarenanya dalam manajemen kas maka Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut;

Pertama; Anda harus mempercepat pemasukan kas. Semua kegiatan transksi piutang harus selektif dan diprioritaskan kepada pelanggan strategis. Memberikan potongan diskon dalam penjualan juga merupakan langkah strategis untuk menggenjot pemasukan kas.

Kedua; Anda harus memperlambat pengeluaran kas. Dalam hal ini Anda harus menghindari pembelian cash tapi memprioritaskan pembelian kredit. Pembelian dengan cek atau kartu kredit juga merupakan langkah tepat dalam memperlambat pengeluaran kas.

Nah beberapa hal di atas dapat Anda terapkan dalam manajemen kas. Dan tentunya Anda tidak akan lagi bingung ketika suatu saat order banyak dan anda mempunyai ketersediaan kas yang cukup untuk produksi. J