Hermawan KertajayaBagi semua orang yang memilih berkarir atau terjun dalam dunia marketing, atau sedang belajar untuk menjadi seorang marketing, mungkin anda pernah mendengar nama Hermawan Kertajaya.

Hermawan Kartajaya merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia marketing di Indonesia. Beliau lahir di Surabaya, 18 November 1947. Pernah menempuh pendidikan di Teknik Elektro ITS hingga tahap pendidikan sarjana, Hermawan akhirnya mendapatkan ijazah sarjana dari Fakultas Ekonomi Udayana. Kemudian Hermawan melanjutkan pendidikan master di University of Strahclyde, Glasgow dan mendapat gelar MSc dari universitas tersebut pada tahun 1995.

Sebelum mendirikan MArkPlus Profesional Service di tahun 1989, Hermawan memiliki pengalaman keja yang luas. Mulai dari guru SMAK St. Louis, Surabaya hingga menjadi Direktur Distribusi PT H.M. Sampoerna.

Salah satu hal yang menarik bila kita belajar kepada Hermawan Kertajaya adalah bagaimana anda mencintai konsumen dan menghargai kompetitor anda. Atau istilah dalam bahasa inggrisnya Love Your Customer, Respect Your Competitor

Yang pertama adalah mencintai konsumen. Hampir dalam setiap seminar maupun acara yang diisi oleh Hermawan Kertajaya, beliau selalu memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kita harus belajar menjadi orang yang bisa dan mampu untuk mencintai konsumen.

Seringkali ada pertanyaan yang dilontarkan, “Maukah kita menjual barang yang jelek?”. Bapak Hermawan Kertajaya berpesan untuk menjadi seorang marketer yang baik, maka contohlah Nabi Muhammad SAW yang digelari Al-Amin yang artinya Mr. Trusty,Mr. Honest.

Nabi Muhammad SAW ketika melihat ada pedagang yang menyembunyikan kayu basah dibawah pada setumpuk dagangan yang dijual selalu mengingatkan bahwa kayu basah harus disimpan di atas. Maksudnya adalah apabila ada barang jelek dalam dagangan kita, janganlah untuk ditutupi atau malah mencoba menipu pelanggan. Akan tetapi tunjukkanlah bahwa dagangan yang baik itu adalah baik dan dagangan yang kurang baik beritahulah kepada konsumen bahwa barang itu kurang baik.

Hermawan Kertajaya juga menunjukkan bahwa spiritual marketing itu sudah dimulai sejak zaman Nabi. Bagaimana kalau produk kualitas rendah? Dibungkus dengan kemasan unik dan menarik untuk menyembunyikan kekurangannya?

Sebuah hal yang menarik bila kita cermati dan harus kita nilai apakah pantas cara bisnis seperti itu. Apabila kita tidak mencintai customer kita dan melakukan hal itu, maka mereka pasti akan memusuhi kita.

Yang kedua adalah menghargai kompetitor kita (Respect Our Competitor). Belajar dari apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW terhadap musuh-musuhnya, termasuk orang Yahudi, Nabi Muhammad SAW tetap menghormati karena Yahudi tetap manusia kendati mereka adalah musuhnya.

Dalam dunia bisnis, persaingan adalah hal yang wajar. Bersaing ya bersaing tapi jangan menjatuhkan. Karena Competitor itu sama-sama membangun industri. Dan apabila jatuh, maka bisa jadi ketajuhan itu akan berdampak pada bisnis anda sendiri. Maka hargailah kompetitor anda, dan bila perlu ajaklah mereka untuk bersaing secara bijak dan adil.

Demikianlah sedikit ilmu yang kita bagikan dari Hermawan Kertajaya. Semoga bermanfaat, dan semoga niatan baik dalam bisnis kita menghantarkan kesuksesan dan kebarokahan bagi kita semuanya. Amin.

Salam Sukses.