Yogyakarta – Dalam rangka mengadapi era pasar global melalui kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015 nanti, para pelaku KUKM (Koperasi Usaha Kecil Menengah) dituntut untuk bisa memiliki strategi jitu agar mampu berdaya saing tinggi. Oleh karena itu Kementrian Koperasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Yoyakarta mengadakan workshop Temu Konsultasi Promosi Pengembangan Pasar Ekspor KUMKM  yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 25 Maret 2013 di The Sahid Rich Yogyakarta Hotel. Peserta dalam workshop ini adalah UKM seni kriya di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi yang dibahas dalam workshop ini antara lain akses dan karakteristik pasar international bagi peningkatan daya saing dan pemasaran produk KUKM (Koperasi Usaha Kecil Menengah). Para pelaku usaha sebaiknya mampu menjalin komunikasi baik dengan pelaku usaha yang lain maupun dengan pemerintah. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1987, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) merupakan suatu wadah pembianaan, komunikasi dan konsultasi antar pengusaha Indonesia dan antar pengusaha dengan pemerintah.

Menurut HR Gonang Djuliastono, para pelaku usaha sebaiknya segera menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) agar bisa saling berinteraksi dengan pengusaha lain maupun pengusaha yang berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam bidang perekonomian. Untuk menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dapat mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota/Kabupaten di masing-masing wilayahnya.

Selain itu juga membahas tentang inovasi produk tren desain 2015 dan branding produk KUKM (Koperasi Usaha Kecil Menengah). Materi ini di sampaikan oleh Agung Wicaksono, S. Sn., M.Sn. Menurut beliau agar produk dalam negeri terutama seni kriya bisa bersaing di pasar global maka perlu meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, dan branding/ ekspose. Adapun kesimpulan dari workshop ini diharapkan seluruh peserta bisa termotivasi untuk memperbaiki pruduknya terutama pada kualitas, inovasi desain dan branding/ ekspose. (ed/Novi)