IMG-20151111-WA0006

Yogyakarta – Dalam rangka memberikan penguatan terhadapa pelaku usaha di wilayah DI Yogyakarta, PLUT-KUMKM DIY melatih pelaku usaha perempuan binaan UPK Manfaat kecamantan Semin dengan literasi keuangan. Pelatihan di selenggarakan pada hari Rabu, 11 November 2015 di aula kecamatan Semin, Gunungkidul.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian pengusaha UKM di Indonesia itu cukup lemah dalam pemahaman literasi keuangan. Padahal aspek keuangan bagi para pelaku UKM menjadi salah satu aspek penting untuk UKM dapat memetakan usaha. Apakah usaha itu untung atau sebaliknya. Pada saat untung maka langkah berikutnya adalah perencanaan pengembangan. Untuk itu ketersediaan data terkait keuangan menjadi penting.

“Melihat urgenitas tersebutlah kami berinisiatif menghadirkan rekan-rekan dari PLUT-KUMKM DIY untuk bisa berbagi mengenai literasi keuangan dan motivasi usaha pada mitra binaan kami.” Ujar Arif, ketua panitia pelatihan literasi keuangan. “Kami sangat sadar, selama mendamping para pelaku usaha yang sebagian besar adalah kelompok perempuan, pemahaman mereka akan pengelolaan keuangan sangat rendah. Agar pendampingan kami lebih optimal, maka para pelaku usaha mitra binaan kami harus melek finansial.” tambah Arif.

Acara pelatihan dimulai dengan sambutan dari pihak panitia lokal yang diwakili sekcam Semin, Gunungkidul. Lantas diteruskan pengantar dari PLUT-KUMKM DIY yang disampaikan oleh Wira Sutirta, wakil koordinator konsultan.

Sebelum masuk ke materi utama mengenai literasi keuangan, peserta difasilitasi oleh Imam Syafi’i dalam sesi Motivasi Usaha. Di sesi ini peserta diajak untuk mempunyai mimpi besar akan perkembangan usaha. Peserta diajak untuk memetakan kondisi usaha saat ini dan harapan atau targetan satu atau dua tahun kedepan akan jadi seperti apa. “Saya mengajak peserta untuk mengevaluasi pencapaian bisnis, bagaimana kondisisaat ini dan harapannya kedepan. Ketika pelaku usaha mempunyai harapan yang spesifik maka pelaku usaha dapat membreakdownd tahapan-tahapan perkembangan bisnis.” tutur Imam Syafi’i menjelaskan.

Sesi terahir diisi dengan materi leterasi keuangan yang disampaikan oleh Bertinus Sijabat. Intinya adalah bagaimana pelaku usaha UKM mampu melek finansial dan mampu merencanakan keuangan untuk pengembangan usaha. “Jangan sampai kita berbicara usaha selalu untung namun ketika ditanya untungnya berapa tidak tahu. Pelaku UKM harus melek finansial agar mereka mampu melihat perkembangan usaha dan perencanaan kedepannya.” Bertinus Sijabat menutup kegiatan.