Kak Wahyu Konsultan Pemasaran PLUT KUMKM DIY

Pernahkan anda merencanakan membeli suatu barang yang sebelumnya sudah anda ketahui spesifikasi dan harganya? Pernahkah anda membeli barang yang ternyata berbeda dengan barang yang sudah anda rencanakan untuk dibeli? Dan pernahkan anda kecewa karena barang yang sudah anda beli ternyata kualitasnya lebih jelek dari barang yang seharusnya anda beli?

Pertanyaan diatas adalah bagian dari pengalaman saya sewaktu mau membeli sebuah handphone disuatu toko handphone. Sewaktu saya mau membeli sebuah handphone, beberapa hari sebelumnya saya telah mencari informasi tentang handphone yang bagus dan sesuai dengan uang yang saya punya. Setelah saya mengetahui handphone apa yang terbaik dengan harga yang sesuai kantong, saya kemudian menuju ke toko handphone untuk membeli produk tersebut.

Pada saat itu saya langsung mendatangi sebuah toko handphone yang cukup besar. Karena sebelumnya saya sudah mengumpulkan berbagai informasi mengenai detail produk tersebut, maka tanpa ragu-ragu lagi saya menanyakan handphone dengan merek dan seri tertentu kepada salah seorang penjualnya.

Setelah mendengar pertanyaan dari saya tentang produk tersebut kemudian seorang penjual itu langsung menanggapi dengan sangat antusias. Penjual tersebut menawarkan kalau di tokonya, produk tersebut dijual sekian rupiah dan katanya itu lebih murah dibandingkan dengan toko lain. Tidak hanya itu, mereka juga menjelaskan lebih detail mengenai kekurangan dan kekurangan produk tersebut. Dan kemudian mereka membandingkan dengan produk yang lain yang lebih bagus dan lebih terbaru dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk yang akan saya beli tadi.

Kemudian saja coba pindah ke toko lainnya dan menanyakan produk yang sama. Saya menanyakan hal yang sama bahwa saya sedang mencari handphone dengan spesifikasi tertentu yang sudah saya rencanakan untuk membeli. Dan penjual kemudian mengatakan hal yang serupa dengan toko pertama tadi bahkan dengan harga yang lebih murah lagi. Akan tetapi dia juga mengatakan tentang kelemahan-kelemahan produk tersebut, serta memberikan penawaran untuk produk lainnya yang harganya selisih lebih tinggi namun dengan kualitas yang katanya lebih bagus. Kemudian karena penjelasan penjual tadi akhirnya saya membeli produk yang berbeda dengan yang telah saya rencanakan di awal.

Pengalaman saya barangkali juga dialami oleh para pembaca. Ternyata, biasanya setelah penjual bisa mengetahui bahwa seorang pembeli sudah mengetahui terlebih dahulu mengenai spesifikasi produk, maka produk dengan merek tersebut harganya bisa langsung dibanting.

Sebut saja merek handpone yang akan kita beli adalah handphone AAA. Setelah penjual mengetahui produk yang mau dibeli adalah AAA, maka kemudian harga handphone AAA langsung direndahkan dan kemudian dijelaskan kelemahan dan kelemahan dari produk AAA tadi. Setelah itu dia menawarkan produk baru, sebut jasa BBB dengan spesifikasi yang lebih mutakhir dan dengan selisih harga yang lebih tinggi.

Tanpa kita sadari bahwa setelah penjual mengetahui bahwa seorang pembeli sudah mengetahui terlebih dahulu mengenai spesifikasi produk, maka produk dengan merek tersebut harganya bisa langsung dibanting. Setelah itu, penjual tersebut akan menjelekjelekkan produk tersebut dan berusaha untuk menawarkan produk yang lainnya. Tapi meskipun harganya diturunkan, sebenarnya produk itu tidak boleh dibeli.

Sebagai contoh ketika saya sudah mengetahui strategi penjualan seperti itu, maka saya mencoba untuk mengadakan suatu riset dengan berpura-pura menanyakan ingin membeli handpone AAA. Karena saya sudah mengetahui spesifikasinya sebelumnya, ternyata benar, seperti biasanya si penjual langsung menurunkan harganya. Namun pada saat saya ingin melihat barangnya, maka si penjual langsung menjelek-jelekkan kamera tersebut. Kemudian penjual tersebut dengan segera memberikan alternatif berupa handphone BBB dengan seri terbaru, spesifikasi lebih canggih, dan dengan harga yang selisih lebih tinggi sedikit.

Namun saya tetap berusaha untuk memilih handphone AAA tersebut dengan mengatakan bahwa Saya memilih handphone AAA saja. Dengan segera penjual itu langsung menjawab “Mau tambah memory card-nya?”,”Mau tambah softcase-nya sekalian?” dan seterusnya. Rupanya si penjual tadi berusaha untuk dapat menambah keuntungan dengan menjual asesorisnya (karena telah terlanjur menurunkan harga pokok handphone AAA tadi).

Kemudian penjual tersebut terus berusaha agar saya tidak membeli handphone AAA namun merek BBB saja. Bahkan kemudian penjual tersebut juga mengatakan bahwa harga tersebut belum termasuk pajak, belum memakai aksesoris ini itu, dan bahkan dengan asuransi yang proses klaimnya ribet, dan lain sebagainya.

Namun saya tetap satu keputusan untuk tetap memilih hanphone bermerek AAA tersebut. Bahkan kemudian saya mengatakan, ”Tidak masalah, apapun juga saya tetap memilih Handphone AAA tersebut”. Dengan sedikit kesal dan resah, si penjual tersebut terus berusaha mencari-cari alasan agar saya tidak membeli handphone AAA, dengan mengatakan mau cek dulu barangnya ada atau tidak.

Beberapa saat kemudian penjual itu mengatakan mohon maaf karena ternyata barangnya sudah habis, dan satu-satunya ini adalah barang display. Kemudian saya lansung menjawab, ”tidak masalah, meskipun barang display tetap akan saya beli”.Dan sebagai jurus pamungkasnya, penjual itu langsung mengatakan,”Maaf kalau yang ini – TIDAK DIJUAL!”.

Apa yang kita pelajari dari kasus tersebut? Sebagai seorang wirausaha dalam melakukan kegiatan pemasaran kita sebaiknya jangan menipu konsumen. Ada baiknya harus untuk selalu memegang prinsip bahwa dalam penjualan kita harus melakukan cara-cara yang baik dan jangan menipu. Supaya kita bisa mendapatkan konsumen yang semakin setia dan loyal kepada kita dan produk atau jasa yang kita jual.

Maka sebaiknya dalam kasus tersebut jika memang konsumen tetap ingin membeli produk yang sudah diinginkannya dan kita sudah memberikan harga yang murah,maka sebaiknya kita harus mau memberikannya.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan supaya konsumen tidak dibohongi dan merasa puas dengan apa yang mereka beli. Misalnya saja ketika kita menawarkan produk dengan menurunkan yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor, kita barengi dengan menawarkan produk lain yang harganya lebih tinggi. Akan tetapi rendahnya harga produk tersebut sudah kita hitung berapa profitnya dan sudah kita rencanakan dengan matang strategi marketing berikutnya. Sehingga kalaupun konsumen tetap memilih untuk membeli produk yang sudah kita turunkan harganya tadi, dia tetap merasa puas dan tidak merasa dibohongi. Selain itu, dari sisi penjualan kita pastinya juga akan menjadi lebih dipercaya dan memberikan efek untuk pembelian berikutnya dan berikutnya.

Semoga bermanfaat dan salam sukses (y)