image

Yogyakarta, Selasa, 11 Februari 2015 Forum Konsultan Bisnis KUMKM DI Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan diselenggarakan di Gedung PLUT KUMKM DI Yogyakarta, jln HOS Cokroaminoto No 162. Pertemuan rutin kali ini dihadiri oleh 16 orang dari berbagai lembaga pengembangan bisnis di DIY, diantaranya dari Forbiz, DLI, PB HIPSI, HIPSI DIY, Agoen Consultant, Smed c UGM dan juga dari tuan rumah, PLUT-KUMKM DIY.

Pada pertemuan kali ini, forum mereview hasil kesepakatan pertemuan bulan lalu, salah satunya perkembangan pembangunan aplikasi data base UMKM berbasis leaving document. Perkembangan pembangunan database masih dalam tahap pembangunan oleh tim PLUT-KUMKM yang memang ditugasi untuk mengembangkan platform database.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas persiapan teknis mengenai TOT ISO 9001:2008 bagi UKM yang akan diselenggarakan pada tanggal 25-26 Februari 2015. Harapannya dengan adanya TOT ISO 9001:2008 bagi UKM ini akan ada agen lokal penerapan ISO bagi UKM di tingkat lokal terutama di DI Yogyakarta.

“Dengan TOT ISO 9001:2008 bagi UKM ini kami harapakan akan ada konsultan mitra BSN dalam penerapan ISO bagi UKM di daerah.” Papar Cahyadi, salah satu pengagas forum bisnis KUMKM DI Yogyakarta.

Pertemuan forum konsultan Bisnis KUMKM DIY ini juga menyepakati membuka pintu seluas-luasnya bagi lembaga pengembangan bisnis untuk bersinergi dalam mewujudkan 1 juta UMKM Naik Kelas. “Kami sangat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan program 1 juta UMKM Naik Kelas. Semoga melalui sinergi ini, 1 juta UMKM akan cepat terwujud. Hal ini juga terkait dengan program pemerintah dalam menerapkan izin usaha mikro dan kecil (IUMK) satu pintu di kecamatan/desa.” Yuli Afriyandi, konsultan PLUT-KUMKM DIY.

“Adanya IUMK yang dipermudah, pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan kepastian perizinan dan juga layanan pendampingan dari pemerintah melalui konsultan pendamping yang ditunjuk. Pendampingan yang dilakukan secara intensif kepada pelaku usaha mikro dan kecil tentunya akan mempercepat terwujudnya 1 juta UMKM Naik Kelas.” Afriyandi menambahkan.