kongres-umkm_20160525_144537

Kongress Nasional UMKM dan Temu Nasional Pendamping II telah di gelar di Yogyakarta pada 25-26 mei 2016. Acara ini berlangsung sukses dan meriah. Keynote Speaker Direktur Awaludin menyampaikan pentingnya UMKM bersaing dengan digital. Karena digitalisasi industri maupun dalam dunia usaha sangat dibutuhkan saat ini.

Kongress ini digelar di Hotel Sahid Raya Yogyakarta dengan mengusung tema “Memperkokoh Pilar-pilar UMKM untuk akselerasi Kemandirian Bangsa”. Seperti dikutip dari media online berikut ini.

YOGYAKARTA, JURNAL IBUKOTA. COM Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) RI tengah melakukan strategi untuk mendorong UMKM segera naik kelas melalui program pendampingan.

Program pendampingan yang melibatkan berbagai pihak ini diwujudkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM agar UMKM lebih kompetitif dan produktif.

Hal ini diutarakan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha KUKM, Yuana Sutyowati usai membuka Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional Pendamping ke-2 di Sahid Jaya Hotel Yogyakarta, Rabu (25/5/ 2016).

Program pemberdayaan dan pembinaan UMKM ini merupakan amanat konstitusi yang dilakukan lintas kementerian untuk mengawal UMKM naik kelas.

“Strategi yang kami lakukan adalah melalui pendampingan baik kelembagaan, keuangan, maupun manajemen. Kami juga melakukan pengembangan investasi, kemitraan, ‘networking’ hingga transformasi UMKM ini siap berkompetisi,” ujarnya.

Yuana menyampaikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) UMKM. Ini pihaknya menggunakan pendekatan pendampingan tersebut melalui PLUT yang berhubungan erat dengan pandamping. Selama ini pihaknya hanya memiliki lima pendamping di kabupaten/kota dan 7 di provinsi yang tergolong masih minim.

“Cluster pelaku usaha yang menengah ke bawah kalau tidak kita sentuh tidak akan naik kelas. UMKM naik kelas ini bukan program tapi tujuan yang ingin kami capai untuk mendorong UMKM berkembang menjadi pelaku usaha lebih besar,” ungkapnya.

Dalam program pendampingan UMKM ini, pihaknya menggandeng berbagai pihak seperti Asosiasi Konsultan Pendamping UMKM (BDS), PT Telkom Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (TBK). Salah satu mitra kerja KUKM dalam hal ini Bank BRI mendukung PLUT KUKM.

“Kami terlibat dalam pendanaan maupun pelatihan dengan memanfaatkan PLUT untuk melatih calon-calon UMKM. PLUT ini mendekatkan UMKM dengan perbankan tidak hanya akses permodalan semata namun sekaligus pelatihan,” ungkap Kepala Divisi Bisnis Program Bank BRI, Tri Wintarto.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Tri Mulyono mengakui UMKM harus tampil menjadi pemain utama di Tanah Air. Untuk itu, kemudahan akses modal yang produktif maupun pemberdayaan UMKM baik melalui pembinaan harus dilakukan lintas sektor