Komunikasi yang tak lain disebut juga alur take and give adalah proses sosial dimana antar individu menggunakan bahasa verbal maupun non verbal untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna perasaan atau pikiran mereka satu sama lain. Take sendiri berarti menerima dan give adalah memberi. Sedangkan secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang dan sekelompok orang melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Ketika dua elemen ini digabungkan, maka artinya akan berubah menjadi komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis dan mencakup jenis maupun bentuk komunikasi untuk mewujudkan tujuan bisnis.

Berbagai jenis komunikasi bisnis ditujukan untuk menjalin mitra bisnis, mempromosikan produk, servis dan organisasi yang mempunyai nilai intelektual. Bentuk dari Take and Give bisnis itu sendiri yakni berupa ide, solusi, pendapat yang dijalankan untuk mempercepat penyelesaian masalah bisnis, memperkuat pengambilan suara di masalah bisnis yang sedang terjadi, meningkatkan profesionalisme kerja, memberikan analisis ataupun respon yang berdampak positif terhadap stakeholder, meningkatkan produktivitas kerja dan memperkuat hubungan bisnis dengan mitra. Namun, beberapa tujuan tersebut dapat tercapai, jika komunikasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh komunikan dan meminimalkan hambatan yang ada ketika sedang berkomunikasi.

Komunikasi bisnis tersebut berbeda dari komunikasi pribadi dan komunikasi antar budaya. Sehingga di dalam alur take and give bisnis ini, para pelaku bisnis harus berhati-hati dalam menyampaikan pesan. Diperlukan adanya keahlian untuk menulis, mendengarkan, membaca dan berbicara. Ada baiknya kita sebagai para pelaku bisnis perlu melatih keahlian tersebut setiap hari agar terhindar dari missunderstanding yang sering terjadi ketika pesan tersebut tidak dapat dikembangkan, diserap dan disampaikan baik dengan bahasa verbal maupun non verbal. Sehingga bisakah kita berbisnis tanpa berkomunikasi dengan baik? Tentu saja tidak.
activate javascript