indexTulisan ini merupakan hasil kutipan dari sebuah website bisnis ternama yg penulis ambil untuk mencoba memberi pencerahan terkait bisnis waralaba yang kian marak beberapa tahun terakhir.

Ya, kita bisa saksikan bersama betapa bisnis-bisnis waralaba tumbuh subur ibarat cendawan di musim hujan. Namun, tidak sedikit juga yang kemunculannya tidak bertahan lama. Hal ini dikarenakan sistem yang mereka bangun belum kuat dan hanya terkesan memanfaatkan momentum.

Olehkarena itu, agar Anda tidak salah dalam memilih waralaba, saya akan mencoba menggambarkan kenapa kita memilih waralaba

Pertama tentu kita harus mengetahui apa yang kita dapatkan ketika memilih waralaba. Dengan skema kemitraan yang ditawarkan, keuntungan apa yang kita peroleh?. Pertanyaan ini penting agar kita tidak rugi dan menyesal di kemudian hari.

Selanjutnya, berkaitan dengan merek yang digunakan apakah sudah dikenal oleh masyarakat? Anda bisa survey secara mandiri, dan tanyakan kepada orang-orang yang Anda kenal apakah Ia sudah mengetahui tentang merek waralaba yang Anda maksud? Hal ini penting karena mereka yang sudah lebih dikenal masyarakat kemungkinan peluang untuk laris akan lebih besar.

Selain itu, format usaha yang dijalankan juga sudah terbukti sukses sehingga peluang mitra untuk sukses jika mengikuti format yang sama juga akan lebih tinggi.

Seorang konsultan manajemen franchise Bije Widjajanto mengatakan; “Kalau kita lihat bisnis seperti ini termasuk yang potensial. Coba bandingkan pengusaha yang mau membuat restoran biasa dibandingkan dengan membeli waralaba fastfood yang sudah dikenal orang, mana yang berpotensi laku lebih cepat? Tentunya yang mereknya sudah dikenal orang,”

Menurut Bije, ada hal yang harus dimiliki kemitraan dan menjadi alasan utama mengapa pelaku usaha disarankan memilihnya daripada membangun bisnis dari nol.

Pertama, suatu kemitraan, baik berbentuk waralaba alias franchise maupun kemitraan memiliki lisensi yang ditawarkan kepada calon mitra. Lisensi ini mencakup HAKI dan format bisnis meliputi cara menangani pelanggan serta cara beroperasi.

“Mencari format bisnis ini yang butuh waktu lama untuk belajar dan banyak pelaku usaha yang gagal sehingga rugi terus. Adanya HAKI dan format bisnis akan memberikan keuntungan yang besar,” katanya.

Kedua, sistem kemitraan menawarkan dukungan mulai dari penentuan lokasi, perekrutan karyawan, training, dan penampingan selama menjalankan usaha.

Ketiga, suatu kemitraan juga memiliki perjanjian tertulis yang mengikat kedua belah pihak mengenai pembagian keuntungan. Dalam sisem waralaba dikenal istilah royalty dan franchise fee.

Normalnya franchise fee adalah bagian dari total investasi yang dibayarkan pada saat awal kerja sama.

Setelah itu, franchisor akan menyediakan semua alat dan barang-barang serta memberikan training. Adapun royalty fee dibayarkan setiap bulan dengan skema perhitungan persentase terhadap penjualan.