Tahun 2016, Kementerian Koperasi UKM akan mengembangkan program bantuan usaha untuk pelaku koperasi dan UKM di bidang kerajinan batik khusus yang menggunakan pewarna alam.

Deputi Bidang Produksi Kemenkop UKM I Wayan Dipta mengatakan pengembangan program bantuan untuk kerajinan batik ini lebih diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan para perajinnya. “Tujuan dari program ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi batik agar dapat bersaing di pasar dalam dan luar negeri. Program bantuan ini dari 2005-2015 telah disalurkan kepada koperasi penerima dan pengelola bantuan di 14 provinsi,” katanya, Sabtu (21/11/2015).

Lanjut I Wayan, usaha batik telah melibatkan tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang dengan jumlah konsumen batik sebanyak 110 juta orang dan jumlah penjualan produk batik sebesar Rp5,9 triliun.

Kegiatan produksi koperasi penerima bantuan secara umum mengalami peningkatan dari sebelumnya dalam hal volume usaha, omzet koperasi, dan penyerapan tenaga kerja. Volume usaha koperasi rata-rata meningkat sebesar 40 persen dari sebelumnya. Untuk omzet koperasi rata-rata naik 20-30 persen dan penyerapan tenaga kerja perkoperasian 20-30 orang.

Sementara program pendukung, berupa bimbingan teknis, konsultasi teknis, dan temu bisnis yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan koperasi dalam mengembangkan usaha, hingga dapat meningkatkan hasil produksi.

Produk batik Indonesia telah memberikan kontribusi besar dan salah satu sumber devisa nonmigas yang tercatat pada nilai ekspor tahun 2013. Nilainya mencapai US$300 juta dan meningkat di tahun 2014 mencapai US$340 juta. “Tujuan ekspor terbesar batik Indonesia adalah USA, Jerman, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan,” jelasnya I Wayan.

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/11/22/350898/2016-kemkop-ukm-kembangkan-program-bantuan-perajin-batik